Sosok / Berita

Siswa Pertukaran Budaya Berjilbab di Jerman Terima Perlakuan Rasdiskriminasi

akurat logo
Herman Syahara
Selasa, 19 Desember 2017 08:34 WIB
Share akurat gplus
 
Eva Nur Aprilail, 23 tahun, siswa pertukaran pelajar di Jerman
Eva Nur Aprilail, 23 tahun, siswa pertukaran pelajar di Jerman
(Dok PRIBADI)

AKURAT.CO, Menjadi siswa pertukaran budaya di Jerman banyak suka dan dukanya. Salah satu dukanya, pernah diperlakukan secara rasdiskriminasi karena mengenakan jilbab. Sukanya, mendapat orang tua asuh baik hati  yang  tiap bulan memberi   uang jajan 310  Euro.

Eva Nur Aprilail, 23 tahun,  tamatan sebuah SMU swasta di Tangerang, menuturkan pengalamannya kepada akurat.co, lewat percakapan dengan fasilitas messenger,  Minggu (17/12).

Dirinya mengikuti program Aupair, sebuah program  pertukaran budaya selama satu tahun, yang dicarinya dengan brouwsing di internet.

"Persyaratannya, harus  berusia 18-26 tahun, bisa Bahasa Jerman minimal level A1, juga akan ada interview dengan Bahasa Jerman saat pembuatan visa oleh petugas Kedubes," papar Eva tentang persyaratan sebagai Aupair di Jerman.

DOK PRIBADI

Setelah mengajukan aplikasi, dia harus menunggu beberapa bulan  sampai ada keluarga di Jerman yang mau menerima aplikasinya dan menjadikannya sebagai anak asuh.

Seperti keluarga sendiri

Eva beruntung, keluarga angkatnya adalah sepasang suami istri orang tua dua anak imigran asal Timteng yang telah menetap puluhan tahun di Jerman, tepatnya di kota

Rösrath atau hanya 20 menit dari Kota Köln.

"Mereka memperlakukan saya seperti anak sendiri. Mereka mengcover semua biaya hidup selama setahun mulai dari makan, tempat tinggal, kursus bahasa, asuransi, uang saku tiap bulan, dan lain-lainnya," kata Eva gembira.

Setiap bulan Eva menerima uang saku tidak kurang dari 260 euro dan sejak dua bulan.ini naik menjadi 310 Euro. Kalau kurs  1 Euro Rp 15 ribu, maka dalam sebulan Eva mengantongi uang saku Rp 4.650 ribu.

Lalu apa kewajiban Eva terhadap keluarga barunya itu? "Saya hanya harus menjaga anak remaja mereka," kata Eva. 

Meskipun baru delapan bulan tinggal bersama, Eva merasa hubungan emosional mereka sudah terbangun kuat. Eva dan anggota keluarga itu saling peduli satu sama lain.

Perlakuan rasdiskriminasi

Eva berayukur, keluarga angkatnya sesama Muslim sehingga  tidak terlalu sulit beradaptasi karena banyaknya kesamaan dalam tatacara hidup.

Sedemikian perhatiannya, keluarga ini kepada Eva, pernah suatu hari Eva  pergi jalan-jalan dengan teman  lelaki yang baru dikenal, mereka marah besar  sebagaimana orang tua yang memarahi anak perempuannya.

"Tengah malam mereka menjemput saya," aku Eva. 

Daerah tempat tinggal Eva adalah  sebuah kawasan yang mayoritas dihuni oleh imigran Timur Tengah seperti Suriah. Tapi setiap hari ada saja perlakuan rasdiskriminasi  yang diperlakukan  oleh warga asli setempat.

DOK PRIBADI

"Suatu hari saya pernah didorong dari atas kereta dan dimaki-maki seorang kakek tanpa  jelas duduk perkaranya. Mungkin karena saya berjilbab," kata Eva.

Perlakuan lebih parah juga diterima ibu angkat Eva yang hampir ditolak bekerja karena di rumahnya ada Aupair berjilbab. Aupair adalah sebutan untuk peserta pertukaran budaya yang tersebut.

Namun, bagi Eva, duka itu tak seberapa menyakitkan ketimbang sukanya.

"Sukanya banyak banget. Pertama tentu mendapat pengalaman hidup. Kedua, banyak kenalan cowok cakep," katanya.

Terkadang Eva masih tak percaaya bahwa dirinya benar-benar telah berada  Eropa, benua  yang sejak kecil telah menyita perhatiannya, terutama saljunya.

"Setengah gila"

Di bulan Desember 2017 ini adalah waktu pertama Eva menikmati siraman salju di Jerman. Dia tak malu berfoto tidur-tiduran di atas salju dan mengunggahnya di media sosial instagram dan FB-nya.

Namun, untuk menikmati dinginnya salju dan semua fasilitas yang memanjakannya sekarang Eva mengaku telah berjuang "setengah gila". Pertama, lebih dari  setahun  berjuang meyakinkan ibunya untuk mendapat ijin yang dengan segala cara mencegahnya ke luar negeri. Pertimbangannya, Sang Ibu tak bisa melepas anak perempuannya begitu saja ke negeri asing. Padahal, Eva telah berjuang sendiri mengurus visa dan dan kursus bahasa Jerman di Goethe Institute dengan biaya dari upah mengajar taman kanak-kanak milik kakak perempuannya. Dia malah sempat ngambek dua kali kabur dari rumah agar ijin segera keluar.

Saking kesalnya, Eva mengaku sangat kecewa dan memutuskan tidak ingin lagi pergi ke Jerman.

Bahkan, sampai  ketika permohonan visanya keluar dan kontrak sebagai Aupair harus ditandatangani ibunya, Eva mengaku tak peduli.  Sampai-sampai calon orang tua angkat Eva di Jerman menelpon dia dan ibunya.

Eva yang benar-benar kecewa mengunci diri di kamar dan merobek semua yang ada dikamar, termasuk poster-poster yang berhubungan dengan negeri Jerman dan Eropa yang diidamkannya itu.

"Tapi mamaku dateng ke kamar dan bilang, 'Eva boleh sobekin semuanya, ngancurin semuanya, tapi Eva ga bisa ngubur impian eva. Mama minta maaf, mungkin Mama egois udah bikin Eva jadi beban," tutur Eva menirukan ijin yang akhirnya diucapkan ibunya delapan bulan lalu.

Kini Eva sedang bahagia menikmati mimpinya mandi hujan salju pertama di Eropa.

Eva juga mengaku telah keliling negara-negara Eropa lainnya.

Masa kontrak  Aupair Eva di Jerman tinggal empat bulan lagi.

"Setelah Aupairku habis, saya mau ambil program FSJ (semacam relawan, red). Saya sudah melamar di Palang Merah Jerman, dua rumah sakit, dan beberapa panti jompo, kindergarten, tempat orang cacat, serta camp pengungsian," kata gadis kelahiran 25 April itu

Apa kiat agar betah tinggal di luar negeri?

"Pertama, bersyukur bisa keluar negeri.Kedua, ingat terus apa tujuan keluar negeri. Dan terakhir, jangan 'baper'" sahut penggemar nulis puisi itu.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Pelindo III Revitalisasi Dermaga Pelabuhan Tanjung Intan

Senin, 26 Februari 2018 06:52 WIB

Pelabuhan Tanjung Intan memiliki potensi lahan pelabuhan yang masih luas guna pengembangan industri.


IHSG Diprediksi Terkoreksi Wajar

Senin, 26 Februari 2018 06:51 WIB

Terlihat pola three black crows candlestick pattern.


Bermain di Kolam Bekas Galian, Tiga Bocah Tewas Tenggelam

Senin, 26 Februari 2018 06:49 WIB

"Berdasarkan pemeriksaan tadak ditemukan tanda-tanda kekerasan di ketiga tubuh korban, Ini murni meninggal karena tenggelam,"


Walau Keluar dari TPP, AS Tunjukkan Kemesraan pada Australia

Senin, 26 Februari 2018 06:45 WIB

Trump mengatakan, AS lebih menyukai kesepakatan bilateral daripada multilateral.


KPU Biak Gelar Deklarasi Kampanye Damai

Senin, 26 Februari 2018 06:42 WIB

"Untuk jenis kegiatan kampanye tiga pasangan calon terdiri tatap muka, pertemuan terbatas hingga kampanye terbuka di lapangan,"


BNPB: Sebanyak 11 Orang Meninggal Akibat Longsor di Brebes

Senin, 26 Februari 2018 06:29 WIB

Berdasarkan laporan dari Posko Tanggap Darurat Bencana Longsor di Brebes, terdapat 11 korban meninggal dunia.


Banyak Perusahaan AS Kini Boikot National Rifle Association

Senin, 26 Februari 2018 06:15 WIB

Isu pengendalian senjata dan peran NRA yang menentangnya menjadi fokus perdebatan nasional.


Spider-Man Beri Selamat kepada Black Panther

Senin, 26 Februari 2018 06:10 WIB

Sejumlah prestasi telah ditorehkan Black Panther


Ketua MPR: Kita Lawan Mereka yang Ingin Merusak Persatuan

Senin, 26 Februari 2018 06:05 WIB

Jangan jadi penonton. Bersama-sama kita perkuat Indonesia kita.


Kemenangan PSG Atas Marseille Diwarnai Cedera Neymar

Senin, 26 Februari 2018 06:03 WIB

Neymar Jr mengalami cedera saat PSG menang atas Marseille.


BPBD: Hujan Lebat Akan Terjadi di Jakarta Hari Ini

Senin, 26 Februari 2018 05:46 WIB

Bagi para camat dan lurah di daerah rawan banjir dan longsor agar mengantisipasi keadaan itu.


Jadi Tersangka Gratifikasi, KPU Berhentikan Ade Sudrajat dari Jabatannya

Senin, 26 Februari 2018 05:23 WIB

KPU RI mulai hari Minggu ini, telah resmi memberhentikan sementara yang bersangkutan dari tugasnya sebagai penyelenggara pemilihan.


Griezmann Cetak Hat-trick, Atletico "Remukkan" Sevilla

Senin, 26 Februari 2018 05:07 WIB

Dengan raihan 58 angka, maka Atletico Madrid kini kembali berjarak tujuh angka di belakang Barcelona.


Pemblokiran Sepihak Instagram Bisa Jadi Momentum untuk Beralih ke Medsos Lokal

Senin, 26 Februari 2018 05:05 WIB

Media sosial lokal bisa menjadi solusi untuk menjalin hubungan yang setara antara pemilik platform medsos dengan pengguna.


Milan-nya Gattuso Permalukan Roma di Olimpico

Senin, 26 Februari 2018 05:03 WIB

Milan tak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir dibawah asuhan Gennaro Gattuso.