Sosok / Berita

Remy Sylado, Penyair Mbelink yang Tetap Produktif di usia Senja

akurat logo
Herman Syahara
Senin, 18 Desember 2017 20:46 WIB
Share akurat gplus
 
Penyair Mbelink Remy Sylado dalam balutan busana putih-putih dan cincin emas bertahtakan batu alam.
Penyair Mbelink Remy Sylado dalam balutan busana putih-putih dan cincin emas bertahtakan batu alam.
(AKURAT.CO/Herman Syahara)

AKURAT.CO, Nama Yopie Panda Abdiel Tambayong yang populer dipanggil Remy Sylado sudah sangai dikenal kalangan seniman. Pria kelahiran 21 Juli 1945 atau kini berusia 72 tahun itu masih garang di panggung diskusi.  Vokalnya bulat dan lantang. Ilmu bahasa dan sastranya dalam. Pengalamannya luas. Gaya bicaranya ceplas-ceplos dan kritis.

Dalam berbagai forum, Remy masih fasih berbicara mengenai dunia kesusastraan, bahasa, teater, dan jurnalistik. Berbicara soal kepeloporannya dalam penciptaan  puisi "mbelink" yang populer itu, yang kemudian melahirkan julukan "Penyair Mbelink"  terhadapnya. Dia menyebut, "puisi mbelink" adalah puisi konkret pertama dalam sejarah kesusastraan kontemporer Indonesia.

Untuk puisi mbeling ini Remy  pernah  diganjar tiga penghargan, yaitu Satya Lencana Kebudayaan dari Pemerintah RI, Anugerah Ahmad Bakrie, dan penghargaan dari Raja Thailand.  "Ini karena pencarian dan  gagasan saya dalam menemukan puisi Indonesia kontemporer. Puisi kontemporer indonesia hanya ada pada puisi mbeling. Mbeling itu sikap. Memuji kebesaran Tuhan adalah sikap," ujarnya.

Yang dimaksud Remy dengan sikap (memuji Tuhan) adalah sebuah  puisi mbelinknya   yang berjudul Pesan Seorang Ibu Kepada Anaknya yang isinya  hanya terdiri dari tiga kata, yaitu (maaf) "Jangan Pegang Kontolmu"

"Buat saya ini adalah puisi religius," tukasnya, yang disambut senyum mesam-mesem para tamu undangan.

Remy bercerita, dirinya mulai mulai menulis puisi mbelink  pada 1972 di  Bandung,  sebagai sikap perlawanan terhadap penyair WS Rendra di Jogyakarta yang sedang giat  menggalakkan gagasan bahwa  untuk mengganti kebudayaan yang mapan, yang established, harus dilakukan dengan sikap urakan. 

"Saya bilang nggak. Urakan itu artinya tidak tahu adat. Maka saya  mengambil sikap mbelink,"  katanya.

Menurut Remy,  kata "mbelink" pertama kali diucapan  kepada dirinya sebagai setengah "pujian" oleh guru agama Islam ketika dia duduk di kelas lima Sekolah Dasar saat  tinggal di Semarang.

Suatu hari Remy  bercanda dengan teman-temannya di dalam kelas.  Guru itu menegur, begini: "Kamu ini Nasrani sendiri tapi bercanda terus. Memangnya  kamu bisa menulis Allahuakbar dalam huruf Arab?"

Remy kecil menjawab tantangan gurunya itu  justru dengan  memilih menulis kata yang lebih panjang dan "rumit" yaitu kalimat  "bismillahhir rahman nirahim" dalam huruf kaligrafi yang bentuknya bundar.

Guru agama  itu kaget dan berkata dalam bahasa Jawa, "Loh, iki bocah mbeling nanging sembodho", yang kira-kira artinya, "wah ini anak nakal tapi kok cerdas."

Jadi, sambung Remy,  ada kecerdasan dalam sikap mbelink pada karya sastranya itu.

Remy Sylado mengklaim, setelah kepeloporan penyair Khairil Anwar, tidak ada kepeloporan lain kecuali kepeloporan yang dilakukannya dalam melahirkan puisi mbelink.

"Setelah Khairil Anwar tidak ada kepeloporan lain dalam sastra kontemporer kecuali puisi mbelink yang lahir di Bandung," klaimnya.

Menurut Remy, puisi mbeling adalah puisi konkret pertama dalam sejarah kesusastraan Indonesia dimana sebelumnya tidak ada puisi yang konkret.


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Verizon, Aplikasi yang Bantu Orang tua Lacak Lokasi Anak

Senin, 23 April 2018 06:35 WIB

Verizon Smart Family adalah aplikasi yang memungkinkan orangtua mengelola ponsel anak mereka seperti memberi filter konten dan batas waktu.


Instagram Dian Pelangi Didapuk Jadi Kiblat Fashion Wanita Muslim Indonesia

Senin, 23 April 2018 06:30 WIB

Dian Pelangi adalah sosok yang telah banyak menginspirasi muslimah Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengenakan hijab.


Jepang-Kanada Sepakat 'Bungkam' Nuklir Korut

Senin, 23 April 2018 06:20 WIB

Jepang dan Kanada sepakat untuk cegah Korut menghindari sanksi PBB melalui pengiriman kargo ke kapal di perairan internasional


Olivier Giroud: Wembley Seperti Taman Bermain Saya

Senin, 23 April 2018 06:10 WIB

Giroud berpeluang meraih dua gelar Piala FA secara beruntun dengan klub berbeda andai mampu menaklukkan MU di final.


DPR dan Pemerintah Sepakat Siapkan Layanan Haji Terbaik

Senin, 23 April 2018 06:00 WIB

Pemerintah bersama DPR RI sepakat menyiapkan layanan terbaik kepada calon haji Indonesia pada musim haji 2018.


Tumbangkan Jerman, Kvitova Antarakan Republik Ceko ke Final

Senin, 23 April 2018 06:00 WIB

Sebelumnya di nomor ganda, Katerina Siniakova dan Barbora Strycova juga berhasil memenangkan pertandingan.


WALHI: Hari Bumi Momentum Penyelamatan Lingkungan

Senin, 23 April 2018 05:20 WIB

Peringatan hari bumi dinilai seharusnya dapat menjadi momentum memperluas gerakan penyelamatan lingkungan hidup di Indonesia.


Youbel Sondakh Beberkan Kunci Satria Muda Rebut Gelar Juara

Senin, 23 April 2018 05:05 WIB

Satria Muda memastikan gelar juara IBL musim 2017-2018 usai mengalahkan Pelita Jaya di laga final.


Meski Menang, Marquez Gagal Rebut Puncak Klasemen

Senin, 23 April 2018 04:51 WIB

Andrea Dovizioso merebut puncak klasemen sementara meski hanya finis kelima pada balapan GP Amerika Serikat.


Pemimpin China dan India Bertemu Pekan Ini, Apa Agendanya?

Senin, 23 April 2018 04:41 WIB

Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi akan bertemu di China pekan ini.


Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Bawa ke Simalungan

Senin, 23 April 2018 04:18 WIB

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Kompol Adi Chandra telah dibawa ke Simalungan untuk dikebumikan pihak keluarga.


Dramatis, Napoli Tumbangkan Juventus Lewat Gol di Menit Akhir

Senin, 23 April 2018 04:01 WIB

Napoli berhasil menjaga asa untuk meraih gelar juara setelah mengalahkan Juventus.


250 TMP Bekasi Dukung Pasangan Hasanah di Pilgub Jabar

Senin, 23 April 2018 03:36 WIB

Sebanyak 250 Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Hasanah.


Demonstran Armenia Tak Terima Pemimpinnya Ditangkap

Senin, 23 April 2018 03:08 WIB

Ribuan demonstran anti-pemerintah berunjuk rasa di ibu kota Armenia, Yerevan, setelah polisi menangkap pemimpin mereka.


Marc Marquez Lanjutkan Dominasi di Amerika Serikat

Senin, 23 April 2018 03:03 WIB

Ini merupakan kemenangan keenam secara beruntun yang diraih The Baby Alien -julukan Marquez- pada GP Amerika Serikat.