Sosok / Berita

Remy Sylado: Tulis Dulu, Teori Belakangan

akurat logo
Herman Syahara
Sabtu, 16 Desember 2017 23:09 WIB
Share akurat gplus
 
Penyair Mbelink Remy Sylado dalam balutan busana putih-putih dan cincin emas bertahtakan batu alam.
Penyair Mbelink Remy Sylado dalam balutan busana putih-putih dan cincin emas bertahtakan batu alam.
(AKURAT.CO/Herman Syahara)

AKURAT.CO, Tubuhnya tegap. Vokalnya bulat dan lantang. Ilmu bahasa dan sastranya dalam. Pengalamannya luas. Gaya bicaranya ceplas-ceplos dan kritis.

Ciri-ciri ini nampaknya masih melekat erat dalam sosok  Yopie Panda Abdiel Tambayong yang populer dipanggil  dengan nama pena Remy Sylado.

Ya, pria kelahiran 21 Juli 1945 atau kini berusia 72 tahun, itu masih garang di panggung diskusi. Berbanding terbalik dengan usianya, Remy masih fasih berbicara dan tangkas menjawab pertanyaan audiensnya. Apalagi kalau yang persoalkan itu adalah mengenai dunia kesusastraan, bahasa, teater, dan jurnalistik.

Penampilannya pun selalu menjadi  pusat perhatian. Kalau tidak sedang mengenakan busana warna yang "ramai" dan mencolok,  dia memakai baju stelan putih-putih mulai dari topi, kemeja, celana, sepatu, sampai batu alam yang bertengger di cincin emas yang melingkar di hampir  semua jarinya, juga  berwarna putih.

Penampakan ini terjadi ketika dia menjadi pembicara utama di sebuah acara peluncuran antologi puisi yang dibuat oleh sejumlah wartawan di Gedung Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat, pada suatu hari pertengahan Desember saat  sejumlah wilayah di Jakarta lainnya tergenang banjir akibat hujan deras dan angin kencang.

Duduk di antara pembicara lain yang usianya mungkin sepantaran "anak atau cucunya", Remy bicara banyak hal yang memukau 50-an tamu undangan.

Remy mengapresiasi antologi puisi yang memuat karya 15 orang jurnalis-penyair itu sebagai  penerus generasi  pekerja pers pendahulu yang memiliiki sumbangan besar  bagi pengembangan  bahasa Melayu menjadi bahasa  Indonesia.

"Dengan menyimak dan menikmati puisi-puisi para jurnalis-penyair ini, maunya saya sekedar mengingatkan kepada kita semua, bahwa tidaklah boleh disangkal, garda depan bahasa kebangsaan Indonesia, yang dulu sebelum 28 Oktober 1928 disebut Bahas Melayu, adalah karuan merupakan jasa pers paling otentik yang tersedia data-datanya, " kata Remy, seperti disebut dalam  pengantar di buku itu.

Memang, bukan Remy Silado kalau bicara tanpa data. Dia bercercerita fasih tentang peran media massa pada pertengahan abad 19, ketika banyak  media pers masih  menggunakan bahasa Melayu tulis latin yang diterbitkan secara berkala oleh orang Belanda dan dilanjutkan orang Cina di kota-kota besar Batavia, Semarang, Surabaya, Solo dan Menado.

Bahasa Melayu  tulis latin itu, menurut Remy,  merupakan pengetahuan baru yang pengajarannya di Indonesia dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda dalam rangka "dakwah" atau, dalam bahasa Remy: "Berhubungan dengan  inkulturasi dalam melaksanakan eksegesis filologis atas ayat terakhir Injil Sinoptik, Matius 28.19, berbunyi 'Jadikanlah tiap bangsa Muridku dan baptiskan mereka dengan nama Bapak, Putra, dan Roh Kudus,"papar penulis skenario Ca Bau Kan yang diangkat ke layar film dari novelnya dalam judul yang sama.

Pada hemat Rwmy, dari sinilah kemudian bahasa Melayu tulis latin dalam tindak pengajaran dan pendidikan yang meliputi ketatabahasaan dan kajian kesastraannya, secara aktif dilaksanakan oleh orang-orang Belanda dalam masa panjang penjajahan dan  mengganti tulisan Arab gundul yang sebelumnya dikenal dalam kesastraan Melayu di Riau secara khusus dan di Minangkabau dan Aceh secara umum.

"Dengan mengingatkan sejarah di atas, segera kita bisa, dan mesti, menjawab dengan berani terhadap tuduhan ngawur pihak Malaysia yang gencar dalam lima tahun terakhir ini gencar mengatakan bahwa bahasa Indonesia adalah bajakan dari bahasa Malaysia," tegas mantan wartawan Tempo dan pendiri majalah musik Aktuil ikonik pada tahun '70-an.


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Verizon, Aplikasi yang Bantu Orang tua Lacak Lokasi Anak

Senin, 23 April 2018 06:35 WIB

Verizon Smart Family adalah aplikasi yang memungkinkan orangtua mengelola ponsel anak mereka seperti memberi filter konten dan batas waktu.


Instagram Dian Pelangi Didapuk Jadi Kiblat Fashion Wanita Muslim Indonesia

Senin, 23 April 2018 06:30 WIB

Dian Pelangi adalah sosok yang telah banyak menginspirasi muslimah Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengenakan hijab.


Jepang-Kanada Sepakat 'Bungkam' Nuklir Korut

Senin, 23 April 2018 06:20 WIB

Jepang dan Kanada sepakat untuk cegah Korut menghindari sanksi PBB melalui pengiriman kargo ke kapal di perairan internasional


Olivier Giroud: Wembley Seperti Taman Bermain Saya

Senin, 23 April 2018 06:10 WIB

Giroud berpeluang meraih dua gelar Piala FA secara beruntun dengan klub berbeda andai mampu menaklukkan MU di final.


DPR dan Pemerintah Sepakat Siapkan Layanan Haji Terbaik

Senin, 23 April 2018 06:00 WIB

Pemerintah bersama DPR RI sepakat menyiapkan layanan terbaik kepada calon haji Indonesia pada musim haji 2018.


Tumbangkan Jerman, Kvitova Antarakan Republik Ceko ke Final

Senin, 23 April 2018 06:00 WIB

Sebelumnya di nomor ganda, Katerina Siniakova dan Barbora Strycova juga berhasil memenangkan pertandingan.


WALHI: Hari Bumi Momentum Penyelamatan Lingkungan

Senin, 23 April 2018 05:20 WIB

Peringatan hari bumi dinilai seharusnya dapat menjadi momentum memperluas gerakan penyelamatan lingkungan hidup di Indonesia.


Youbel Sondakh Beberkan Kunci Satria Muda Rebut Gelar Juara

Senin, 23 April 2018 05:05 WIB

Satria Muda memastikan gelar juara IBL musim 2017-2018 usai mengalahkan Pelita Jaya di laga final.


Meski Menang, Marquez Gagal Rebut Puncak Klasemen

Senin, 23 April 2018 04:51 WIB

Andrea Dovizioso merebut puncak klasemen sementara meski hanya finis kelima pada balapan GP Amerika Serikat.


Pemimpin China dan India Bertemu Pekan Ini, Apa Agendanya?

Senin, 23 April 2018 04:41 WIB

Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi akan bertemu di China pekan ini.


Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Bawa ke Simalungan

Senin, 23 April 2018 04:18 WIB

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Kompol Adi Chandra telah dibawa ke Simalungan untuk dikebumikan pihak keluarga.


Dramatis, Napoli Tumbangkan Juventus Lewat Gol di Menit Akhir

Senin, 23 April 2018 04:01 WIB

Napoli berhasil menjaga asa untuk meraih gelar juara setelah mengalahkan Juventus.


250 TMP Bekasi Dukung Pasangan Hasanah di Pilgub Jabar

Senin, 23 April 2018 03:36 WIB

Sebanyak 250 Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Hasanah.


Demonstran Armenia Tak Terima Pemimpinnya Ditangkap

Senin, 23 April 2018 03:08 WIB

Ribuan demonstran anti-pemerintah berunjuk rasa di ibu kota Armenia, Yerevan, setelah polisi menangkap pemimpin mereka.


Marc Marquez Lanjutkan Dominasi di Amerika Serikat

Senin, 23 April 2018 03:03 WIB

Ini merupakan kemenangan keenam secara beruntun yang diraih The Baby Alien -julukan Marquez- pada GP Amerika Serikat.