Sosok / Berita
Profil Tokoh Inspiatif

Andilo, Jejak Sunyi Kareta Pustaka

akurat logo
Oktaf
Sabtu, 22 Juli 2017 15:23 WIB
Share akurat gplus
 
Andilo, pendiri Kareta Pustaka Sibolga Tapteng saat membaca buku bersama anak-anak di Lingkungan III, Kelurahan Hajoran Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah
Andilo, pendiri Kareta Pustaka Sibolga Tapteng saat membaca buku bersama anak-anak di Lingkungan III, Kelurahan Hajoran Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah
(AKURAT.CO/Oktaf)

AKURAT.CO, Sore hari Kamis di bulan Juli mulai beranjak sekitar pukul 16.00 WIB. Matahari tak lagi bersinar terik saat Andilo Hariyanto Simamora mulai mengemas puluhan buku-buku ke dalam dua boks kain di jok belakang sepeda motor bebek miliknya yang terparkir di teras rumahnya di Perumnas Pandan, Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. 

Usai mengemas dan merapikan buku, Andilo ditemani putri keduanya, Carol Dwina Basa Simamora yang duduk di atas boks kain berisi buku bergegas menekan starter sepeda motor. Lambaian sang istri, Beti Hutagalung dan putri pertamanya Ananda Imalona Simamora melepas keberangkatan Andilo dan Carol.

Andilo bukan hendak berdagang buku, melainkan menjalankan rutinitas yang ia lakukan setiap hari Kamis. Yakni membawa buku-buku untuk dibaca gratis oleh puluhan anak-anak di lingkungan III, Kelurahan Hajoran Indah, Kecamatan Pandan. Lingkungan dimana beberapa waktu lalu, sedikitnya 7 rumah terbakar menyisakan debu.

Kedatangan Andilo di lingkungan itu memang sudah dinanti. Belum sempat Andilo menyandarkan sepeda motornya di bawah tenda umum milik BPBD, belasan anak-anak menyambutnya dengan berlari-lari kecil. Anak-anak itu tertawa riuh rendah mengungkap kebahagiaan polos. Tenda biru kemudian digelar agar buku, anak-anak dan Andilo bisa duduk lesehan dan memulai membaca.

Pengabdian di sektor literasi ini sudah dimulai Andilo sejak awal tahun 2016 lalu. Sejak ia memutuskan mendirikan komunitas kecil yang ia beri nama Kareta Pustaka Sibolga Tapanuli Tengah. Sebenarnya idenya itu sudah sejak tujuh tahun lalu, tapi baru terealisasi awal 2016, tahun lalu,” tutur Andilo.

Kisah sulit mendapatkan buku semasa kecil yang ia alami menjadi motivasi tersendiri bagi Andilo. Ia tak mau, anak-anak saat ini mengalami kesulitan yang sama seperti yang pernah ia alami.

“Memang hobi membaca buku sejak kecil, bisa menghabiskan waktu paling sedikit lima jam hanya untuk membaca buku-buku. Nah waktu itu kalau beli kan mahal, jadi ya membaca di gramedia-nya,” katanya.

Selain pengalaman, realitas perkembangan anak-anak saat ini yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain gadget dan internet juga menjadi alasan mendasar bagi lulusan D3 Pendidikan Tinggi Kimia Industri (PT KAI) Medan ini menggerakkan Kareta Pustaka. Aktifitas yang menurutnya semakin memberi jarak bagi anak-anak dari membaca buku-yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan anak-anak.

“Kutengok kondisi sekarang anak-anak jarang membaca, main gadget aja gitu kan, internet, habis waktunya disitu. Gak ada dapat buku-buku bagus, yang kita tahu perpustakaan bergerak gak ada kan. Di sibolga juga begitu, ada perpustakaan, tapi sedikit pengunjung, jadi kita harus bawa bola ke lapangan, itu (Kareta Pustaka-red) salah satu jalannya agar anak-anak dapat akses buku yang bagus,” tuturnya.

Pria yang murah melepas tawa ini menyebutkan, koleksi buku di Kareta Pustaka awalnya ia peroleh dengan menyisihkan gajinya sebagai tenaga kontrak. Sebanyak 50 buku ia beli dengan merogoh uang pribadi. Dan seiring waktu, berkat sejumlah relasi termasuk keterlibatan teman-teman yang mendukungnya diantaranya Walesa Simanjuntak, Yeni Rachmawati, Dona Simanungkalit dan Dheo Manalu, kini koleksi buku Kareta Pusata mencapai 700 eksemplar.

Andilo mengaku tak pernah mengajukan proposal ke instansi manapun. Ia hanya dibantu lewat donasi orang-orang yang bersimpatik terhadap aktifitas yang ia jalani. Donasi buku dari banyak kalangan termasuk yang berasal dari luar daerah sering ia terima.

Tak jarang, pengirim buku adalah orang-orang baik diluar sana yang sama sekali tak ia kenali. Mengalirnya pengiriman buku-buku itu, menurut Andilo tak lepas dari sebuah program dukungan kepada pegiat literasi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Yakni program pengiriman buku gratis setiap tanggal 17 melalui PT Pos Indonesia.

“Ya, memanfaatkan pengiriman gratis melalui pos sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Dalam dua bulan pasti ada saja yang ngirim, dari teman. Pernah dapat kiriman dari orang tak dikenal, tiba-tiba saja datang,  ya kayak bulan lalu, bulan ini, ya ada satu kardus penuh, tentu dari orang-orang baik ya. Kalau mengajukan proposal sepertinya nggak ya, jadi ya biarlah mengalir begitu saja," kata Andilo.

Buku-buku itu tidak hanya diperuntukkan kepada anak-anak di lingkungan III, Kelurahan Hajoran Indah, Kecamatan Pandan. Sejumlah wilayah lain termasuk kota Sibolga juga sudah Andilo jejaki. Diantaranya di beberapa desa atau kelurahan lain di Kecamatan Pandan, Kecamatan Tukka, Kecamatan Sorkam dan Kota Sibolga. Terkhusus di Kecamatan Sorkam, Andilo menyebut telah mendorong berdirinya Teras Baca di salah satu rumah relasi yang ia kenali.

“Terakhir kita dirikan Teras Baca di Kecamatan Sorkam di rumah salah satu teman, disana ada 70 buku. Dan sebenarnya di Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri juga sudah ada yang bersedia, tapi belum sempat mengantarkan bukunya,” kata Andilo yang mengaku menjalani aktifitas itu dengan berbagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Pengalaman ditolak karena dicurigai menjadi penculik anak pernah dialami Andilo di awal-awal Kareta Pustaka ia geluti. Kendati, ia tak pernah lagi ke lokasi yang sama karena antusias anak-anak dan kalangan orangtua di daerah itu menurutnya kurang memberi respon positif. Mendapat penolakan itu tidak menghentikannya untuk terus bergerak. Di beberapa kecamatan lain, Kareta Pustaka disambut antusias anak-anak dan para orangtua.

“Ya ditengoklah, kalau pas gini ramai, apalagi muncul buku-buku baru, awal-awalnya memang memandang gambar saja, dan yang mau membaca sampai habis itu memang seperti anak-anak kelas tiga SD (Sekolah Dasar-red),” ucap Andilo masih disusul tawanya yang khas.

Andilo tak pernah berharap keuntungan secara materil. Meski pertanyaan itu terus mengalir dari banyak orang termasuk keluarga dan teman-teman dekatnya. Ia hanya berharap hal-hal sederhana menyangkut ter-perbaikinya mental anak-anak sejak dini dapat terwujud.

“(Keuntungan) Apa ya? itulah sering ditanya, apa dapatmu, apa kudapat ya? maunya biar anak-anak dapat yang bagus saja, ya biar dapat revolusi mental itu, ya sesederhana itu, gak ada yang lain. Mudah-mudahan dapat bacaan bergambar masih kecil, mudah-mudahan kedepan (sudah besar-red) mereka mulai membaca yang berat-berat,” katanya.

“Seperti yang presiden bilang, revolusi mental mungkin ya, salah satunya dengan membaca mereka mendapatkan pengetahuan selain televisi, apalagi mungkin di televisi mungkin anak-anak lebih banyak nonton sinetron ya, televisi udah jarang, dulu kan ada siaran pengetahuan, binatang misalnya, nah dengan buku mereka bisa lihat dinosaurus, binatang, sarangnya,” timpalnya.

Andilo mengaku masih memiliki mimpi besar mengembangkan sayap aktifitas Kareta Pustaka. Seluruh wilayah kecamatan baik di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah ia targetkan terjelajahi dan berkesempatan membaca buku bersama anak-anak. “Mimpinya ya menjelajahi Tapteng dan Sibolga, ya kalau bisa tiap kecamatan bisa dijalani,” ucapnya.

Kia (9), bocah perempuan di Lingkungan III, Kelurahan Hajoran Indah, Kecamatan Pandan merasa senang dapat membaca buku-buku yang dibawa Andilo. Sejak awal Andilo yang ia panggil dengan sebutan om membawa buku, Kia selalu datang dan menghabiskan waktu membaca buku melihat-lihat gambar bersama teman-temannya. “Ya senang, sukanya baca buku Sekolah Baruku,” kata Kia.

Apresiasi yang besar datang dari kalangan orangtua di lingkungan tersebut dengan memberi dorongan agar anak-anak agar mau membaca buku yang dibawa Andilo.

“Senang, kan biar pintar, tambah lancarlah membaca, abang ini kan bantu anak-anak, tiap kamis dia (Andilo-red) datang, tapi waktu puasa dia gak datang, makanya dia terkejut rumah kami terbakar,” kata Jumeria Harefa (46), seorang ibu di lingkungan tersebut.

Ia menuturkan tak pernah melarang Andilo membawa buku-buku bacaan itu. Sebaliknya, Andilo telah mendapatkan tempat tersendiri di hati para orangtua. “Malah disuruh, udah datang om itu, cepat-cepat, ya kumpul anak-anak,” katanya.[]

 


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Penertiban PKL di Jakarta Rawan Maladministrasi, Sandi: Jika PNS Terlibat Tindak Tegas

Jumat, 24 November 2017 22:06 WIB

ORI menyebut beberapa wilayah di Jakarta rawan praktik maladministrasi dalam penataan dan penertiban pedagang kaki lima.


Reuni 212, Sandi: Katanya Saya Diundang

Jumat, 24 November 2017 21:48 WIB

Sandiaga Uno mengaku belum menerima undangan peringatan satu tahun aksi 212 yang rencananya digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas).


Pancasila Bisa Menjadi Role Model Kerukunan Internasional

Jumat, 24 November 2017 21:43 WIB

Sekretaris Jenderal Religion of Peace, Kyoichi Sugino menilai Pancasila bisa menjadi role model dalam membangun negara dalam perbedaan


Dituding Sudutkan Setya Novanto, Doli Kurnia Dipolisikan

Jumat, 24 November 2017 21:35 WIB

Politisi Partai Golkar, Johnson Silitonga melaporkan mantan Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia


Presiden Kedua Zimbabwe Dilantik, Mnangagwa: Saya Tidak Lupa pada Rakyat

Jumat, 24 November 2017 21:32 WIB

Saya tidak lupa pada banyak rakyat Zimbabwe dari berbagai ras dan kekuatan politik yang membantu menciptakan hari ini


Pemprov DKI Ingin Kerja Sama dengan PT Pindad

Jumat, 24 November 2017 21:29 WIB

Pemprov DKI Jakarta berencana menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pindad untuk pengadaan alat-alat berat.


Madu Bisa Dipadukan dengan 6 Bahan Ini untuk Bantu Kesehatan Rambut

Jumat, 24 November 2017 21:26 WIB

Berikut beberapa bahan alami yang dipadukan dengan madu agar rambut kamu tidak rapuh.


KPK Terima Daftar Saksi yang Meringankan Setnov

Jumat, 24 November 2017 21:24 WIB

Kuasa hukum Setya Novanto menurunkan delapan orang saksi dan empat orang ahli yang meringankan Setnov


DPD Partai Golkar Jabar Desak Ridwan Kamil Tentukan Wakilnya

Jumat, 24 November 2017 21:23 WIB

Itu domainnya DPP. Suratnya saya belum baca


Banyak Lakukan Blunder, Ahsan/Rian Dikandaskan Ganda Jepang

Jumat, 24 November 2017 21:18 WIB

Indonesia hanya mengirimkan dua wakil saja ke babak semifinal Hong Kong Terbuka 2017.


Frans Magnis: Selain Pancasila, ini Dua Hal Perekat Kebangsaan

Jumat, 24 November 2017 21:17 WIB

Tiga langkah yang dilakukan Indonesia dalam menjaga kerukunan antar umat beragama, pertama adalah Pancasila


Serangan Militan di Masjid Al-Rawda Tewaskan 155 Jamaah

Jumat, 24 November 2017 21:14 WIB

Lebih dari 100 orang terluka dalam serangan itu


Lawan Indonesia, Skuat Guyana Kombinasi Pemain Muda dan Senior

Jumat, 24 November 2017 21:06 WIB

Guyana membawa 19 pemain ke Indonesia.


Pengamat Nilai Calon Ketum Baru Partai Golkar Harus Dapat Restu Jokowi

Jumat, 24 November 2017 21:00 WIB

Pasti kepentingan presiden juga ada


Tinggalkan Malaysia, RD Kembali ke Pelukan Mantan

Jumat, 24 November 2017 20:51 WIB

Pelatih yang sempat memberikan gelar juara double winner tahun 2007 ke SFC ini dikontrak hingga dua tahun ke depan.