Sosok / Berita
Apa Kabar Mereka?

Suti Karno Alami Pasang Surut Rintis Usaha Bakso Sampai Hidup Secara Nomaden

akurat logo
Riandar Fata Hudaya
Rabu, 11 April 2018 18:26 WIB
Share akurat gplus
 
Artis Suti Karno atau yang dikenal dengan sapaan ĎAtuní saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (10/4)
Artis Suti Karno atau yang dikenal dengan sapaan ĎAtuní saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (10/4)
(AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Selasa (11/4) pagi, Riandar Fata Hudaya dari AKURAT.CO menyambangi tempat pengobatan alternatif, Aina di bilangan Cinere Depok, Jawa Barat. Berbekal janji tadi malam, saya menemui aktris sekaligus seniman betawi, Suti Karno.

Usianya sudah 52 tahun. Jelas tokoh Atun dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini masuk kategori lansia. Wanita yang beratnya kini 69 kilogram ini tak lagi energik. Kalau berjalan, dia cukup lambat. Ia juga sangat berberhati-hati melangkah.

Setelah didiagnosa penyakit diabetes dan kanker, lawan main tokoh Karyo ini mulai mengkhawatirkan kesehatannya. Itu mengapa alasan adik Rano Karno menjalani pengobatan yang sejatinya dibuka secara gratis untuk umum itu.

Ia tiba pukul 09.00 WIB, menumpangi mobil hitam yang dikendarainya. Wajar dia datang lebih pagi, karena antreannya memang akan panjang. Karena puluhan orang sudah mendaftar lebih awal, ia dipastikan bakal menjalani terapi pada siang harinya. 

Punya Tiga Warung Bakso Setelah Alami Penggusuran

Memanfatkan waktu, dia mengajak saya ke sebuah warung tenda. Warung itu tidak jauh, hanya selempar batu dari tempat pengobatan alternatif yang baru lima hari belakangan ini rutin didatanginya.

"Saya sekarang coba terapi, karena sudah banyak penyakit. Jadi lagi ada terapi nyoba di sini jadi setiap hari," buka Suti seraya meminta seorang pedagang meletakan dua kopi-pesanannnya di meja. Satu untuknya, satu lagi buat saya.

Setelah menyelesaikan syuting film Si Doel The Movie beberapa waktu lalu, ia melanjutkan lagi untuk menjalani kehidupannya dengan berdagang bakso dan rutin menjalani untuk pengobatan alternatif.

Dua cabang berada di Tebet dan Bekasi, sedangkan pusatnya dia buka di rumah tempatnya menghuni di bilangan Pamulang, Tangerang Selatan.

"Saya di Pamulang, di rumah. Kalau saya nggak ada, yah nggak jualan. Kalau di Tebet dan Bekasi ada orang (anak buah)," katanya sambil memutar-mutar cangkir kopinya.

Enam tahun sudah berjualan bakso, ujung-ujung sampai punya tiga cabang di daerah berjauhan. Selama enam tahun pula katanya sempat mengalami pasang surut.

"Tadinya malah udah dua tempat, Kampung Melayu dan Pamulang. Sebelum ada di Bekasi dan Pamulang, saya buka di Kampung Melayu. Cuma ditutup karena digusur. Jadi nggak diperpanjang, cuma dua tahun bertahan," jelasnya.

Yang buka di pinggir jalan bilangan Pamulang katanya tutup pun bertahan hanya 5 bulan.

"Daripada buang-buang ngontrak, tempat kan akhirnya saya beli rumah," jelasnya. 

Hidup Berpindah-pindah Karena Rintis Usaha

Suti mengatakan, waktu membeli rumah di Pamulang sekitar tahun 1995. Tapi lanjutnya sempat jarang ditempatinya. Tak lain karena juga memiliki usaha di Jakarta.

"Beli rumah di Pamulang tahun 1995, tetapi saya jarang di Pamulang. Dulu kalau saya punya usaha di Jakarta, saya pasti kontrak rumah di Jakarta," tukasnya.

Adik kandung Rano Karno ini mengaku sempat berpindah pindah tempat tinggal. Tak lain karena dia ingin menjajaki usaha bakso. Mencari letak tempat usaha yang strategis.

"Waktu saya di Tebet itu saya lama. Di tebet 3 tahun ambil kontrakan, kosan karena biasa usaha kita harus nungguin di awal-awal," ceritanya.

Namun lantaran usaha baksonya sudah punya tiga cabang dan punya sejumlah anak buah, ia mengatakan setahun belakangan ini audah menempati lagi rumahnya di bilangan Pamulang.

"Di Pamulang ini baru setahun belakangan ini. Karena saya juga nggak banyak kesibukan kan. Anak saya (yang kedua) mau masuk SMU tadi kan di asrama karena selama delapan tahun," katanya.

Menempati rumah di Pamulang sekaligus membuka usaha disana atas dasar anak keduanya yang sudah pulang dari pesantren.

"Makanya itu saya buat usaha bakso di dekat rumah supaya nggak kemana-mana lagi. Karena anak saya sudah pulang. Karena dia mau di rumah. Kan sudah dipesantren sudah 6 tahun mau di rumah," jelasnya.

Buka Usaha Penitipan Anak Malah Gulung Tikar

Selain berjualan bakso, ia mengaku pernah buka usaha penitipan anak. Ia buka pada waktu itu, karena dimana dua anaknya masing-masing tinggal ditenpat berbeda, yang anak paling tua menyewa tempat kos didekat kampusnya pun satu lagi memang tinggal di pesantren.

"Saya mendampingi Bang Karno kan. Jarang ada di rumah, anak saya yang besar (anak pertama) kos dekat kampusnya, yang kecil masuk pesantren, anak (saya) ada dua. Jadi rumah itu kosong. Setelah Mas Karno lengser tidak jadi pejabat lagi. Saya sempet di Cinere usaha tempat penitipan anak," imbuhnya.

Namun usaha itu tak berjalan lancar alias gulung tikar. Menurutnya itu bisa ditutup, selain karena faktor usaha musiman, pun karyawannya bermasalah terus. 

"Buka usaha penitipan anak 3 tahun lalu. Tapi nggak begitu jalan kalau gitu musim-musiman. Capek nyarinya tenaga kerja masalah terus, dan ecek-cecek (tidak profesional) gitu capek nyarinya gonta ganti," pungkasnya.[]


Editor. Erizky Bagus Zuhair

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Lagi, Rupiah Dihajar Kesaktian Dolar AS

Senin, 23 April 2018 06:57 WIB

Rupiah diestimasikan akan bergerak pada kisaran support 13.878 dan resisten 13.868


Verizon, Aplikasi yang Bantu Orang tua Lacak Lokasi Anak

Senin, 23 April 2018 06:35 WIB

Verizon Smart Family adalah aplikasi yang memungkinkan orangtua mengelola ponsel anak mereka seperti memberi filter konten dan batas waktu.


Instagram Dian Pelangi Didapuk Jadi Kiblat Fashion Wanita Muslim Indonesia

Senin, 23 April 2018 06:30 WIB

Dian Pelangi adalah sosok yang telah banyak menginspirasi muslimah Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengenakan hijab.


Jepang-Kanada Sepakat 'Bungkam' Nuklir Korut

Senin, 23 April 2018 06:20 WIB

Jepang dan Kanada sepakat untuk cegah Korut menghindari sanksi PBB melalui pengiriman kargo ke kapal di perairan internasional


Olivier Giroud: Wembley Seperti Taman Bermain Saya

Senin, 23 April 2018 06:10 WIB

Giroud berpeluang meraih dua gelar Piala FA secara beruntun dengan klub berbeda andai mampu menaklukkan MU di final.


DPR dan Pemerintah Sepakat Siapkan Layanan Haji Terbaik

Senin, 23 April 2018 06:00 WIB

Pemerintah bersama DPR RI sepakat menyiapkan layanan terbaik kepada calon haji Indonesia pada musim haji 2018.


Tumbangkan Jerman, Kvitova Antarakan Republik Ceko ke Final

Senin, 23 April 2018 06:00 WIB

Sebelumnya di nomor ganda, Katerina Siniakova dan Barbora Strycova juga berhasil memenangkan pertandingan.


WALHI: Hari Bumi Momentum Penyelamatan Lingkungan

Senin, 23 April 2018 05:20 WIB

Peringatan hari bumi dinilai seharusnya dapat menjadi momentum memperluas gerakan penyelamatan lingkungan hidup di Indonesia.


Youbel Sondakh Beberkan Kunci Satria Muda Rebut Gelar Juara

Senin, 23 April 2018 05:05 WIB

Satria Muda memastikan gelar juara IBL musim 2017-2018 usai mengalahkan Pelita Jaya di laga final.


Meski Menang, Marquez Gagal Rebut Puncak Klasemen

Senin, 23 April 2018 04:51 WIB

Andrea Dovizioso merebut puncak klasemen sementara meski hanya finis kelima pada balapan GP Amerika Serikat.


Pemimpin China dan India Bertemu Pekan Ini, Apa Agendanya?

Senin, 23 April 2018 04:41 WIB

Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi akan bertemu di China pekan ini.


Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Bawa ke Simalungan

Senin, 23 April 2018 04:18 WIB

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Kompol Adi Chandra telah dibawa ke Simalungan untuk dikebumikan pihak keluarga.


Dramatis, Napoli Tumbangkan Juventus Lewat Gol di Menit Akhir

Senin, 23 April 2018 04:01 WIB

Napoli berhasil menjaga asa untuk meraih gelar juara setelah mengalahkan Juventus.


250 TMP Bekasi Dukung Pasangan Hasanah di Pilgub Jabar

Senin, 23 April 2018 03:36 WIB

Sebanyak 250 Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Hasanah.


Demonstran Armenia Tak Terima Pemimpinnya Ditangkap

Senin, 23 April 2018 03:08 WIB

Ribuan demonstran anti-pemerintah berunjuk rasa di ibu kota Armenia, Yerevan, setelah polisi menangkap pemimpin mereka.