Sosok / Berita

Mendalami Pemikiran Ciputra, Bicara Entrepreneurship, IT, hingga Generasi Milenial

akurat logo
Herman Syahara
Sabtu, 03 Februari 2018 15:22 WIB
Share akurat gplus
 
Ir. Ciputra dalam launching buku
Ir. Ciputra dalam launching buku
(ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Kemampuan fisik boleh berkurang namun semangat tetap menyala. Begitulah kesan ketika menyaksikan kehadiran pernyataan taipan Ciputra, dalam acara Press Conference Outlook Economic dan Peluncuran Artpreneur Talk 2018, di Gedung Ciputra World, pada akhir Januari lalu.

Sejak pertemuan dalam wawancara pertama di kantor lama, Gedung Jaya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sekitar 34 tahun silam, dan disusul wawancara-wawancara khusus dan hadir dalam acara press conference yang digelar Ciputra Group, fisik Pak Ci memang banyak berubah seiring pertambahan usia.

Tak bisa lagi menyaksikannya memukul bola dengan stik lalu berjalan gagah di antara pejabat tinggi negara, duta besar, kawan bisnis, atau koleganya yang satu flight dari satu hole ke hole di padang golf Pantai Indah Kapuk atau Damai Indah Golf yang dibangunnya.

Dan tak bisa lagi menyaksikannya hadir pada acara-acara yang digelar malam hari demi menjaga kesehatannnya.

Ya, gerakannya mulai melamban. Untuk menaiki satu anak tangga panggung mini tempat acara itu misalnya, seseorang berjaga-jaga dan mencoba memapahnya.

Jika di ruang berpendingin pun, Pak Ci tak bisa lepas dari topi untuk menghalau terpaan air conditioning. Menurut keterangan kalangan dekatnya beberapa tahun lalu, Pak Ci memang sudah tak bisa lagi menghadiri acara selepas sore demi alasan kesehatan.

Namun, di balik perubahan fisik yang alamiah itu, secara keseluruhan kesehatan Ciputra nampak masih prima. Dan, nyaris ada yang tak berubah. Yaitu, pertama, semangat hidupnya. Lihat saja sorot mata dan suara khas baritonnya, masih menunjukkan getar spirit yang menyala seolah seperti 34 tahun. Tekanan nadanya bisa naik untuk menegaskan antusiasmenya. Apalagi jika yang dibahasnya adalah dunia entrepreneur atau kewirausahawanan yang sejak satu dekade ini gencar disuarakannya, dia seperti "lupa umur".

Kedua, yang masih nampak adalah juga sikap humble, rendah hati kepada siapapun, apalagi kepada jurnalis. Dia tak segan mendekatkan telinga kepada jurnalis yang bertanya atau menyentuhkan tangan di bahu atau tangan jurnalis, menunjukan sikap hangat dan kebapakannya. Dia akan dengan sabar dan telaten menjawab pertanyaan mereka. Suatu ketika dia sampai berkata,"hayo, mau tanya apalagi?" ketika dilihatnya para jurnalis mulai "kehabisan" pertanyaan. Dalam suatu wawancara khusus, Pak Ci tak segan memperkenalkan anak, mantu, dan cucu-cucunya yang hadir dengan ramah.

Dan, ketiga adalah sikap peduli. Dia tak pelit dengan ilmu. Bukan hanya soal ilmu bisnis properti, tapi juga bisnis media. Ciputra adalah orang yang ikut menyumbangkan pikiran dan gagasan pada awal kelahiran majalah Tempo, koran Bisnis Indonesia, majalah Properti Indonesia, Home Bintang, dan beberapa lainnya. Kalau media ini tetap eksis sampai hari ini, besar kecil, boleh jadi karena manajemennya "mempraktikan" ilmu Ciputra.

Contoh yang paling saya ingat misalnya nama majalah Properti Indonesia adalah nama yang diusulkan Pak Ci yang kemudian didengar pihak manajemen. Semula nama majalah ini Bisnis Properti yang digubah dari InfoPapan, sebuah majalah internal milik DPP Real Estat Indonesia.

Pak Ci juga punya rumus dalam pemberitaan majalah, apalagi kalau itu adalah majalah bisnis. Katanya, setiap pemberitaan hendaknya mengedepankan sikap positive thinking. Namun itu bukan berarti dia anti kritik, karena seperti pernah disampaikannya dalam berbagai kesempatan, kritik adalah obat atau "pil pahit yang menyembuhkan".

Agaknya, boleh jadi, karena sikap-sikap humanis seperti itulah bisnis properti Ciputra terus berumbuh. Menurut Pusat Data Properti Indonesia, pada 2015 akumulasi asset Ciputra Group mencapai Rp 20 triliun. Lalu tahun 2016 naik menjadi Rp 21,4 triliun, meskipun pada 2017 agak terkoreksi menjadi Rp 19,4 triliun. Majalah bisnis Forbes pun menempatkannya di urutan kesembilan orang terkaya di Indonesia.

Entrepreneur dan IT
Ciputra mengingatkan bahwa bangsa Indonesia kini tengah berada dalam dunia yang sedang begerak cepat karena didorong pesatnya perkembangan IT (Informasi Teknologi).

"Jangan takut pada IT karena IT itu ciptaan manusia juga. Mereka yang tidak mengantisipasi perkembangan IT akan tertinggal," tegasnya.

Dia menyambut gembira perkembangan IT telah ikut mengerek tumbuhnya entrepreneur-entrepreneur muda di berbagai bidang.

Di samping lahirnya entrepreneur di bidang seni dan budaya, dia memuji empat entrepreneur IT seperti Go-Jek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak yang sukses mengantongi pertumbuhan bisnis di atas USD1 miliar.

"Entrepreneur di bidang IT Indonesia luar biasa. Indonesia punya empat pelaku besar, sedangkan Singapura cuma punya dua," pujinya.

Dia mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini sedang terjadi transisi dari pola bisnis konvensional ke bisnis digital, sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia berperan penting di tingkat global.

"Yang perlu diperhatikan adalah situasi bisnis di Indonesia saat ini tengah berada pada era transisi dari bisnis berbasis konvensional atau tradisional menuju ke era digital. Transisi ini membutuhkan kiat khusus agar pelaku bisnis bisa tetap bersaing dan menjadi pemenang," paparnya.

Saat ini, lanjut Pak Ci, perkembangan IT baru dimulai dan kelak akan menguasai kehidupan di seluruh segmennya. Karena itu peluang ini harus segera dimanfaatkan oleh para entrepreneur muda.

Untuk menjadi seorang entrepreneur, kata Pak Ci, bukan kepintaran dan pendidikan tinggi, tapi semangat pantang menyerah.

Peluang menjadi wirausahawan ini juga terbuka di sektor tradisional seperti banyak dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga seperti sukaes yang diraih seorang tukang bernama Bu Aminah Di Yogyakarta.

Tutur Pak Ci, mencontohkan, dari seorang tukang jahit, setelah disarankan membuat dotcom untuk media pemasarannya, sekarang usahanya maju pesat. Menurut Pak Ci, bicara IT sekarang ini memang tak bisa dipisahkan dari entrepereneur. Baik entrepreneur dalam bidang pengangkutan (logistik), pertanian, kuliner, pariwisata, pertanian, dan lainnya.

"Sementara ini sarananya menggunakan digital. Jadi dalam ekonomi digital ini ada yang kontennya besar seperti Go-Jeg itu dan ada yang skala kecil seperti bisnis ibu-ibu rumah tangga.

Namun dia tidak dapat menyembunyikan keprihatinannya dengan fakta rendahnya jumlah entrepreneur di Indonesia yang hanya 3,1 persen dari populasi. Karena itu Ciputra Group terus berkomitmen mendukung pengembangan entrepreneur melalui dunia pendidikan.

"Kami akan membuka satu lagi universitas entrepreneur di Jakarta namanya Universitas Ciputra. Kami sudah pilih lokasinya dan sedang minta ijin," katanya.

Menurut Ciputra, dirinya pernah diundang Presiden Jokowi untuk membahas soal kebangsaan, termasuk perekonomian. Kepada Presiden, ia memberi masukan tentang pentingnya menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan.

Di hadapan Jokowi dia terus terang mengatakan bahwa ada dua hal yang tak pernah berkurang di Indonesia ini, yaitu pengangguran dan kesenjangan sosial atau kemiskinan.

"Orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin. Untuk mengatasi kedua masalah itu hanya bisa dijawab dengan menumbuhkan entrepreneurship. Jadikan orang Indonesia entrepereneur," kata Ciputra menirukan pesannya kepada Presiden Jokowi.

Oleh karena itu Pak Ci menyarankan agar media massa selalu menyajikan berita-berita tentang IT dan entrepreneurahip karena akan dibaca orang.

"Saya dan anak-anak selalu baca kalau ada berita entrepreneur dan IT, "paparnya.

Selain itu, menurut Pak Ci, untuk mendorong seseorang menjadi entrepreneur, dapat melalui tiga jalur, yaitu orang tua, lingkungan, dan pendidikan. Karenanya dia berharap kurikulum entrepreneur dapat secara resmi diajarkan di sekolah hingga universitas.

"Sejak kecil anak-anak harus diperkenalkan kepada entrepeneurship. Di sini orang tua memegang kunci penting. Anak-anak jangan hanya diajak ke mal dan ditawari mau makan," katanya.

Ciputra Diantara Generasi Milenial
Dalam usianya yang kini mencapai 86 tahun, Ciputra juga menaruh perhatian besar pada tumbuhnya generasi milenial yang disebutnya sebagai potensi kekuatan ekonomi anak muda jaman kini dan nanti.

Salah satu bentuk perhatiannya pada ledakan generasi yang tumbuhnya dipicu oleh era digital ini adalah dengan menggelar Artpreneur Talk 2018 pada 14 Februari mendatang di Jakarta. Pada konferensi yang akan menghadirkan pembicara dari kalangan pebisnis berbasis digital yang sukses dan beberapa influencer milenial populer ini, rencananya akan dibuka oleh Ciputra.

Acara yang mengusung Tema "Converting Millennials Into New Brand Lovers" ini diproyeksikan sebagai upaya untuk mendorong lahirnya wirausahawan-wirausahawan baru dan mendorong perekonomian Indonesia.

Tema ini dinilai pas karena generasi milenial, yaitu anak muda di rentang usia 18-38 tahun, menjadi kekuatan potensial perekonomian Indonesia ke depan. Munculnya generasi ini juga diprediksi akan mengubah tren bisnis yang akan menuntut pelaku usaha berpikir keras akibat dinamisnya karakteristik generasi milenial ini.

Bagi kalangan pebisnis dan startup, isu ini dinilai penting untuk merebut opportunity dan belajar dari ahlinya.

Menurut data, pada 2015 jumlah millenial di Indonesia mencapai 84 juta atau sekitar 33% dari 255 juta penduduk Indonesia.

"Ini adalah eranya anak-anak muda. Meskipun yang tua juga bisa, tapi lebih baik yang muda. Kalau umur saya kan 14 tahun lagi sudah100 tahun. Seperti apa coba kalau umur 100 tahun?" katanya seraya tersenyum. []


Editor. Juaz

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Pelindo III Revitalisasi Dermaga Pelabuhan Tanjung Intan

Senin, 26 Februari 2018 06:52 WIB

Pelabuhan Tanjung Intan memiliki potensi lahan pelabuhan yang masih luas guna pengembangan industri.


IHSG Diprediksi Terkoreksi Wajar

Senin, 26 Februari 2018 06:51 WIB

Terlihat pola three black crows candlestick pattern.


Bermain di Kolam Bekas Galian, Tiga Bocah Tewas Tenggelam

Senin, 26 Februari 2018 06:49 WIB

"Berdasarkan pemeriksaan tadak ditemukan tanda-tanda kekerasan di ketiga tubuh korban, Ini murni meninggal karena tenggelam,"


Walau Keluar dari TPP, AS Tunjukkan Kemesraan pada Australia

Senin, 26 Februari 2018 06:45 WIB

Trump mengatakan, AS lebih menyukai kesepakatan bilateral daripada multilateral.


KPU Biak Gelar Deklarasi Kampanye Damai

Senin, 26 Februari 2018 06:42 WIB

"Untuk jenis kegiatan kampanye tiga pasangan calon terdiri tatap muka, pertemuan terbatas hingga kampanye terbuka di lapangan,"


BNPB: Sebanyak 11 Orang Meninggal Akibat Longsor di Brebes

Senin, 26 Februari 2018 06:29 WIB

Berdasarkan laporan dari Posko Tanggap Darurat Bencana Longsor di Brebes, terdapat 11 korban meninggal dunia.


Banyak Perusahaan AS Kini Boikot National Rifle Association

Senin, 26 Februari 2018 06:15 WIB

Isu pengendalian senjata dan peran NRA yang menentangnya menjadi fokus perdebatan nasional.


Spider-Man Beri Selamat kepada Black Panther

Senin, 26 Februari 2018 06:10 WIB

Sejumlah prestasi telah ditorehkan Black Panther


Ketua MPR: Kita Lawan Mereka yang Ingin Merusak Persatuan

Senin, 26 Februari 2018 06:05 WIB

Jangan jadi penonton. Bersama-sama kita perkuat Indonesia kita.


Kemenangan PSG Atas Marseille Diwarnai Cedera Neymar

Senin, 26 Februari 2018 06:03 WIB

Neymar Jr mengalami cedera saat PSG menang atas Marseille.


BPBD: Hujan Lebat Akan Terjadi di Jakarta Hari Ini

Senin, 26 Februari 2018 05:46 WIB

Bagi para camat dan lurah di daerah rawan banjir dan longsor agar mengantisipasi keadaan itu.


Jadi Tersangka Gratifikasi, KPU Berhentikan Ade Sudrajat dari Jabatannya

Senin, 26 Februari 2018 05:23 WIB

KPU RI mulai hari Minggu ini, telah resmi memberhentikan sementara yang bersangkutan dari tugasnya sebagai penyelenggara pemilihan.


Griezmann Cetak Hat-trick, Atletico "Remukkan" Sevilla

Senin, 26 Februari 2018 05:07 WIB

Dengan raihan 58 angka, maka Atletico Madrid kini kembali berjarak tujuh angka di belakang Barcelona.


Pemblokiran Sepihak Instagram Bisa Jadi Momentum untuk Beralih ke Medsos Lokal

Senin, 26 Februari 2018 05:05 WIB

Media sosial lokal bisa menjadi solusi untuk menjalin hubungan yang setara antara pemilik platform medsos dengan pengguna.


Milan-nya Gattuso Permalukan Roma di Olimpico

Senin, 26 Februari 2018 05:03 WIB

Milan tak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir dibawah asuhan Gennaro Gattuso.