Sosok / Berita

Endang Ernawati, Main Layang-Layang Sampai ke Mancanegara

akurat logo
Herman Syahara
Minggu, 07 Januari 2018 15:37 WIB
Share akurat gplus
 
Endang Ernawati, pendiri Museum Layang-Layang
Endang Ernawati, pendiri Museum Layang-Layang
(Dok PRIBADI)

AKURAT.CO, Umurnya sudah kepala 7 dan dikaruniai beberapa orang cucu, namun penampilannya masih nampak cantik dan bugar. Boleh jadi ini disebabkan rasa bahagia karena  kecintaannnya pada layang-layang tak pernah luntur. Malah, boleh jadi pula, semakin tumbuh subur. Dialah Endang Ernawati, atau dikenal luas dengan sapaan  Endang Layang-Layang, Pemilik Museum Layan-Layang Indonesia yang berlokasi di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Di museumnya tersimpan ratusan jenis layang-layang dari berbagai pelosok Indonesia dan negara lain  dalam berbagai ukuran dan bentuk yang dikolekasinya sejak museum itu dibangun 30 tahun lalu. Museum ini  bersebelahan dengan rumah tinggalnya yang memiliki akses khusus.

Hobi mengoleksi dan membuat  layang-layang dengan serius telah membawa Endang ke belahan dunia seperti negara-negara ASEAN, Jepang, Australia, Afrika, dan negara-negara di Eropa dan Amerika yang juga  memiliki tradisi memainkan layang-layang.

Ketertarikan Endang pada layang-layang bermula pada 1970-an ketika  dia jalan-jalan ke Amerika dan pulangnya membawa oleh-oleh layang. Mulai saat itu ia jatuh hati pada permainan tersebut karena  dalam pandanganya layang-layang  sangat  indah ketika diterbangkan di udara.

Pada 1988 dia mendirikan Merindo Kites & Gallery sebagai wadah para penggemar layang-layang di Indonesia  yang sering mengadakan festival layang-layang di tingkat nasional maupun internasional.

Festival Layang Layang Internasional yang pertama diikuti Endang pertama kali diselenggarakan pada  1993 di Bumi Serpong Damai-Tangerang yang di sponsori juga oleh pengembang itu.

Sebelumnya, Endang juga mengaku sering main ke Monas melihat orang main layang. Namun dia gemas. Yang main layang cuma lelaki dan bentuk layang-layang begitu-begitu saja.

Sejak itu dia bertekad ingin menyumbangkan sesuatu pada dunia layang-layang Indonesia. Caranya, dia berangkat  ke Bali dan memboyong ahli layang-layang ke museumnya untuk belajar membuat layang dan body painting agar bisa lebih lihai melukis motif layang-layang,

Dari perempuan yang semula takut kulitnya  hitam oleh cahaya matahari, lama kelamaan dia terbiasa panas-panasan saat membuat dan menerbangkan layang-layang.

"Saya belajar meraut bambu dan memotong-motongnya untuk membuat layangan," papar Endang dalam percakapan dengan AKURAT.CO.

Tiga puluh  tahun lalu, katanya,  orang hanya memahami layang-layang secara sederhana, yaitu kertas berbentuk permata lalu diterbangkan.

Sekarang, sebagaimana yang tersimpan di museum layang-layang milikinya, layang-layang ternyata tidak sesederhana itu. Bentuk, motif,  dan ukurannya bisa beragam. Bahannya pun tak hanya kertas, namun ada parasut, daun, dan plastik. Ukurannya dari yang cuma belasan sentimeter sampai 3-5 lebih besar dari manusia pembuatnya.

Museum-layang Indonesia  bukan hanya memajang namun juga membuat layang-layang  dan memenuhi pesanan dari mancanegara. Endang juga kerap diundang negara lain guna mengikut lomba layang-layang tingkat dunia.

"Berkat layang-layang dalam 25 tahun belakangan ini saya  bolak-bolak  keluar negeri.  Terbang ke berbagai belahan dunia karena layang-layang,"cetusnya.

Agendanya pun sudah padat.  Januari ini misalnya dia akan terbang ke India, Februari ke  Malaysia, Maret ke Jepang, untuk  mengikuti festival layang-layang.

Menurut Endang, layang-layang yang paling digemari adalah layang-layang buatan Bali karena motif, bentuk, warna dan ukurannya yang atraktif dan bervariasi. Layang-layang dari Bali kerap merebut festival di dalam dan luar negeri.

Endang terkesan dengan  layang-layang wayang berbentuk tokoh pewayangan bernama Narasoma.

"Waktu menerbangkannya disorot lampu dan diiringi musik Bali. Layang-layang model Narasoma ini akan saya perkenalkan ke mancanegara," katanya.

Menurut Endang, dalam selembar layang-layang langsung berkait dengan sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Endang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena dengan kekuatannya sendiri dia berhasil membawa layangan Indonesia ke mancanegara.

"Saya berjuang sendiri agar layangan Indonesia dikenal dunia internasional. Perjuangan ini berhasil. Setiap dua tahun sekali jika ada saya selalu diundang," ujarnya.

Salah satu layang-layang yang dibuat dijagokannya berhasil menang dalam sebuah festival internasional padahal bahanya cuma daun-daunan.

Namun Endang agak mengeluhkan minimnya dukungan pemerintah pada keberadaan museumnya. Akibatnya, dia harus pandai bermanuver agar museumnya tetap eksis. Setiap hari setidaknya dia menargetkan pemasukan Rp 2 juta untuk biaya operasional dan gaji belasan karyawannya. Namun nyatanya jauh panggang dari api.

"Saya masih harus menomboki sendiri buat operasional dan gaji karyawan," katanya dengan nada prihatin.[]

DOK PRIBADI


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Verizon, Aplikasi yang Bantu Orang tua Lacak Lokasi Anak

Senin, 23 April 2018 06:35 WIB

Verizon Smart Family adalah aplikasi yang memungkinkan orangtua mengelola ponsel anak mereka seperti memberi filter konten dan batas waktu.


Instagram Dian Pelangi Didapuk Jadi Kiblat Fashion Wanita Muslim Indonesia

Senin, 23 April 2018 06:30 WIB

Dian Pelangi adalah sosok yang telah banyak menginspirasi muslimah Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengenakan hijab.


Jepang-Kanada Sepakat 'Bungkam' Nuklir Korut

Senin, 23 April 2018 06:20 WIB

Jepang dan Kanada sepakat untuk cegah Korut menghindari sanksi PBB melalui pengiriman kargo ke kapal di perairan internasional


Olivier Giroud: Wembley Seperti Taman Bermain Saya

Senin, 23 April 2018 06:10 WIB

Giroud berpeluang meraih dua gelar Piala FA secara beruntun dengan klub berbeda andai mampu menaklukkan MU di final.


DPR dan Pemerintah Sepakat Siapkan Layanan Haji Terbaik

Senin, 23 April 2018 06:00 WIB

Pemerintah bersama DPR RI sepakat menyiapkan layanan terbaik kepada calon haji Indonesia pada musim haji 2018.


Tumbangkan Jerman, Kvitova Antarakan Republik Ceko ke Final

Senin, 23 April 2018 06:00 WIB

Sebelumnya di nomor ganda, Katerina Siniakova dan Barbora Strycova juga berhasil memenangkan pertandingan.


WALHI: Hari Bumi Momentum Penyelamatan Lingkungan

Senin, 23 April 2018 05:20 WIB

Peringatan hari bumi dinilai seharusnya dapat menjadi momentum memperluas gerakan penyelamatan lingkungan hidup di Indonesia.


Youbel Sondakh Beberkan Kunci Satria Muda Rebut Gelar Juara

Senin, 23 April 2018 05:05 WIB

Satria Muda memastikan gelar juara IBL musim 2017-2018 usai mengalahkan Pelita Jaya di laga final.


Meski Menang, Marquez Gagal Rebut Puncak Klasemen

Senin, 23 April 2018 04:51 WIB

Andrea Dovizioso merebut puncak klasemen sementara meski hanya finis kelima pada balapan GP Amerika Serikat.


Pemimpin China dan India Bertemu Pekan Ini, Apa Agendanya?

Senin, 23 April 2018 04:41 WIB

Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi akan bertemu di China pekan ini.


Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Bawa ke Simalungan

Senin, 23 April 2018 04:18 WIB

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Kompol Adi Chandra telah dibawa ke Simalungan untuk dikebumikan pihak keluarga.


Dramatis, Napoli Tumbangkan Juventus Lewat Gol di Menit Akhir

Senin, 23 April 2018 04:01 WIB

Napoli berhasil menjaga asa untuk meraih gelar juara setelah mengalahkan Juventus.


250 TMP Bekasi Dukung Pasangan Hasanah di Pilgub Jabar

Senin, 23 April 2018 03:36 WIB

Sebanyak 250 Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Hasanah.


Demonstran Armenia Tak Terima Pemimpinnya Ditangkap

Senin, 23 April 2018 03:08 WIB

Ribuan demonstran anti-pemerintah berunjuk rasa di ibu kota Armenia, Yerevan, setelah polisi menangkap pemimpin mereka.


Marc Marquez Lanjutkan Dominasi di Amerika Serikat

Senin, 23 April 2018 03:03 WIB

Ini merupakan kemenangan keenam secara beruntun yang diraih The Baby Alien -julukan Marquez- pada GP Amerika Serikat.