Sosok / Berita

Syukran Daeng Malewa, Pemberdaya Nelayan Teripang dari Tapteng

akurat logo
Oktaf
Senin, 28 Agustus 2017 09:24 WIB
Share akurat gplus
 
Syukran Daeng Malewa
Syukran Daeng Malewa
(AKURAT.CO/Oktaf)

AKURAT.CO, Namanya Syukran Daeng Malewa atau akrab disapa Adek. Pria berdarah campuran Sulawesi-Batak, kelahiran Kota Sibolga, Sumatera Utara, 19 Desember 1978. Adek, dahulunya adalah pegiat fotografi, sempat membuka sebuah studio video, Adek Foto namanya. Studio Adek juga sempat mengeluarkan sejumlah album misalnya Bocor Halus dan Sarjana erek-erek. 

Kendati bisnis ini masih dikelola oleh koleganya, Adek tak lagi memfokuskan diri. Sejak tujuh tahun silam tepatnya 2010, ia mulai sibuk dalam dunia pemberdayaan nelayan Teripang, sekaligus mencoba membangun potensi bisnis dari sektor ini.

Sejak tahun 2015, sebanyak 30 nelayan penyelam Teripang di Desa Tapian Nauli I ia rangkul dan berhasil menginisasi berdirinya Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdatan) Nusantara, berpusat di Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Adek didapuk sebagai ketua Pokdatan. Sebuah Tambak Penangkaran Teripang untuk pembudidayaan di tepian pantai Pulau Porlak di Kecamatan Tapian Nauli I, berhasil berdiri sejak 2016 silam. Adek merogoh kocek tak sedikit membangun Tambak ini. 30 ribu bibit secara estafet ditabur di penangkaran ini. Kecintaannya terhadap Teripang, laut dan para nelayan kian mendalam.

“Saya memang belum pernah menyelam langsung mencari Teripang, tapi saya cinta sama Teripang. Saya memang hobi mancing dan suka dengan keanekaragaman hayati laut. Kemudian saya melihat potensi di daerah kita itu, ada market (Teripang) yang bisa diberdayakan, berpotensi menguatkan perekonomian masyarakat,” tutur Adek saat bercerita dengan Akurat.co.

Adek mengaku menaruh perhatian khusus pada kondisi nelayan Teripang selama ini khususnya di Kecamatan Tapian Nauli. Meski Teripang adalah sumber daya laut yang dapat diperbaharui, tetap saja memiliki keterbatasan jumlah jika di eksploitasi secara berlebihan. Pun soal harga, para nelayan selama ini tidak mendapatkan harga yang pantas.

“Kita lihat nelayan itu sehari-hari berangkat melaut, kadang dapat kadang tidak karena tergantung cuaca, melihat itu saya berfikir, sama seperti petani punya ladang, nah bagi pembudidaya Teripang ini kita harapkan dapat memanen juga seperti petani,” kata Adek.

Sejak Tambak Penangkaran dibuka, sekitar 6 ribu Teripang berusia 7 bulan berukuran kisaran 4 hingga 5 ons setelah penaburan, pernah diuji coba panen. Teripang itu diolah sendiri oleh Pokdatan, dan selanjutnya Adek juga sekaligus sebagai pembeli. Per kilogram Adek membeli Teripang produksi Pokdatan senilai Rp550 ribu, harga yang jauh diatas para pengepul yang selama ini membeli hasil produksi para nelayan.

“Ya kita juga yang beli, tapi harga diatas pasar, karena kita perjuangkan. Kalau di pasaran harganya sekitar Rp300 hingga Rp350 ribu,” ungkap Adek.

Suami dari Niswah Sani Nasution, Guru honorer MTs Tsanawiyah ini bertutur, kehadirannya dalam mendampingi para nelayan juga mulai berbuah manis. Harga Teripang hidup juga terdampak positif. Jika dahulunya Teripang Hidup paling besar atau berbobot 1 kilogram per ekor dihargai cuma Rp40 ribu oleh para pengepul, kini harganya sudah berkisar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per ekor.

Ayah 2 putra, Ahmadinejad (12), Husain Qodhri (8) dan seorang putri Rais al Bukhori (4) ini menceritakan, rencana pengembangan pembudidayaan Teripang terus ia upayakan. Ia berharap, konsep Pokdatan bisa menular kepada nelayan lainnya. Konsep penangkaran cepat juga sedang ia gagas dengan menjalin kemitraan dengan Balai Riset dan Observasi Laut Kementrian Kelautan dan Perikanan di Jembrana Bali.

“Maksudnya mendatangkan bibit berkualitas dari daerah lain, misalnya dari Bali. Contohnya masuk bibit berukuran 60 ekor per kilo dan dibesarkan 3 hingga 4 bulan dan berukuran 40 ekor per kilo,” kata Adek.

Adek bermimpi Teripang milik Pokdatan bisa menembus pasar ekspor. Sejatinya, pengusaha asal Hongkong dan Singapura telah menyatakan kesediaan menerima produksi Teripang Pokdatan, tentu dengan syarat tertentu yang masih harus dipenuhi, misalnya terkait jumlah kuota ekspor.

“Jika kuota memadai kita mengejar ekspor, sudah punya jaringan di bisnis eksportir Teripang, Hongkong dan Singapura. Kalau ekspor, seminimnya itu kita ngirim 500 kilogram per bulan. Jika itu terwujud, maka terwujudlah kesejahteraan para nelayan teripang di Kecamatan Tapian Nauli,” kata Adek mantap.

Keberterimaan para pengusaha asal luar negeri itu menerima produksi Teripang milik Pokdatan yang digawangi Adek cukup beralasan. Adek dan para anggota Pokdatan memproduksi Teripang dengan standar mutu ekspor.

“Proses pengelolaan teripang berstandar mutu ekspor. Makanya hongkong sangat menyambut baik keinginan kita. Perebusan pertama buang kapur 15 menit, perebusan kedua sampai matang hampir 1 jam, dan terakhir penggaraman,” ujarnya.

Lebih jauh Adek bercerita, selain menggagas konsep pembudidayaan Teripang, kini ia juga menggagas sebuah konsep konservasi khususnya bagi habitat Teripang. Sebuah Muara seluas sekitar 2 hektar dikelilingi Mangrove di Kecamatan Tapian Nauli bernama Kualo Gadang, kini ia proyeksikan menjadi Daerah Perlindungan Laut (DPL).

“Karena bicara keberlanjutan, makanya jalan keluarnya selain budidaya, juga konservasi. Yang kita konservasi ini punya nilai tinggi, bagaimana biota laut (Teripang) ini lestari. Kita ajari kalau misalnya dapat bibit agar ditabur di lokasi yang diharapkan dapat berkembang, dan itu sudah dilakukan di Kualo Gadang, dulu kan nelayan ini tidak mau seperti itu, dapat Teripang ya dimasak semua, tidak disortir,” urai Adek.

Konsep Daerah Perlindungan Laut (DPL) tersebut juga sudah diusulkan ke Kementrian Perikanan dan Kelautan melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang dan ke Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumut. Ia mengaku sangat berharap usulan tersebut disetujui dan dapat diakomodir.

“Ini bukan kerjaan mudah, lokasi sudah kita tunjukkan kepada pihak Kementrian dan mereka sudah menyaksikan langsung bahwa potensi Teripang itu ada di Kualo Gadang. Dulu bibit Teripang itu memang luar biasa di Kualo Gadang ini, dan sampai saat ini masih mengandung potensi bibit yang luar biasa banyak. Makanya itu kita lindungi, agar tidak terjadi over eksploitasi, karena tidak terawasi pengambilannya,” tukas Adek.

“Rencananya akan dipanen sekali setahun, secara berkala dan sistemik. Seluruh nelayan di Tapian Nauli harapan kita bisa didata atau didorong membentuk Pokdatan dan tentu Tambak juga akan semakin banyak, dan kita berharap juga agar para nelayan berlatar belakang apa saja, misalnya penjaring, pencari kepiting juga setidaknya mendapatkan manfaat dari DPL tersebut,” timpalnya.

Sementara itu, Adek bercerita, memberdayakan para nelayan Teripang baginya bukan semata mengejar keuntungan materi secara pribadi. Keberhasilan Pokdatan menjadi kelompok yang mandiri, serta ‘jebolnya’ konsep DPL yang sedang ia ajukan menjadi kebanggaan tersendiri. Bagi Adek, pemberdayaan para nelayan yang ia geluti tidak melulu soal uang.

“Saya hanya ambil untung kecil dibanding para pengepul, bahkan saya rela mendahulukan biaya dana pembangunan tambak itu. Saya rela, karena saya memang suka membantu orang, walau yang dirumah (istri-red) kadang masam. Kalau saya ngejar kaya, ngapain saya bangun tambak, bagus saya di unit jual beli, ngapain memberdayakan mereka. Ini bukan targetnya uang. Kehadiran saya di sana itu juga untuk menjaga harga agar tidak terlalu ditekan para pengepul lokal. Kita juga memberikan market terbaik bagi para nelayan,” tegas Adek.

Jejaring yang sudah dibangun Adek memang bukan isapan jempol. Konsep DPL yang ia ajukan sudah direspon oleh pihak Kementrian dengan menurunkan langsung para analis ke lokasi rencana pembangunan DPL di Kualo Gadang.

“Sengaja turun, ini inisiasi daerah perlindungan Teripang. Potensinya cukup, memang hanya terbatas 1 jenis spesies, kepadatan juga cukup tinggi, memang belum dapat ditentukan, karena harus ada survei lanjutan,” kata analisis Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Padang (BPSPL) Padang, Lovedrian ariston kepada Akurat.co belum lama ini.

Soal realisasi pembangunan DPL sebagaimana pengajuan Adek dan Pokdatan yang ia gawangi, Lovedrian mengaku pihaknya masih akan melakukan pengkajian lebih mendalam dan mendetail.

“Kita lihat, rencana mau dipagari batasnya, disarankan pakai paralon, kita kalkulasi dulu berapa banyak yang dibutuhkan. Kita memang ada rencana, tapi kita lihat berapa anggaran yang dibutuhkan,” ucapnya.

Aktifitas pemberdayaan yang dilakukan Adek agaknya memang mendapat dukungan penuh aparat pemerintah setempat. Erwin Sibagariang, Kepala Desa Tapian Nauli I mengaku bangga atas inisiasi dan

“Kita sangat bangga Adek bisa memberdayakan para nelayan disini, makanya kita juga turun agar bagaimana agar nelayan terbantu. Kehadiran pihak Kementrian kelautan dan perikanan dan dinas kelautan provinsi ini, kita harapkan memberi dampak kepada masyarakat nelayan Tapian Nauli I,” ucap Erwin.[]

 


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Ulang Tahun ke-100 Asima Chatterjee Dirayakan Google Doodle

Sabtu, 23 September 2017 01:34 WIB

Ketika Dr. Asima Chatterjee tumbuh di Calcutta pada tahun 1920 dan 1930an, hampir tidak pernah terjadi bagi perempuan untuk belajar kimia.


Rektor UPN: Bela Negara Perlu Ditanamkan di Perguruan Tinggi

Sabtu, 23 September 2017 01:18 WIB

Geografis Indonesia di antara dua benua dan dua samudra menjadikan negeri ini berada di posisi strategis.


DPR Bersama Pemerintah Diharapkan Ratifikasi Larangan Senjata Nuklir

Sabtu, 23 September 2017 01:05 WIB

Kami berharap traktat itu tidak sekadar ditandatangani namun juga harus segera diratifikasi.


Kementerian Desa Sumbangkan Mobil untuk Enam Desa di Bangka Belitung

Sabtu, 23 September 2017 01:00 WIB

Bantuan mobil tersebut untuk memudahkan akses khususnya desa yang terisolasi.


MUI Pantau Kegiatan Aliran Sesat di Kotawaringin

Sabtu, 23 September 2017 00:45 WIB

MUI masih memantau masalah ini, belum sampai mengeluarkan fatwa.


Buka Kejurnas Karate, Panglima TNI: Saatnya Kita Raih Prestasi Emas Dunia

Sabtu, 23 September 2017 00:30 WIB

Dalam menghadapi pertandingan, para atlet harus latihan dengan keras, disiplin, pantang menyerah dan mempunyai semangat baja.


Pilgub Jabar, Idrus Marham: Partai Golkar Tetap Kedepankan Kader

Sabtu, 23 September 2017 00:16 WIB

Partai Golkar dalam menentukan paslon (pasangan calon) yang diusung pada setiap pilkada telah diatur dalam juklak.


Tersangka Penerima Moge Telah Diperiksa Majelis Etik BPK

Sabtu, 23 September 2017 00:14 WIB

BPK mengetahui pelanggaran hukum dan pelanggaran etik terhadap oknum pemeriksa BPK.


Menteri Amran Sebut Stok Beras Nasional Aman

Sabtu, 23 September 2017 00:01 WIB

Kekeringan tidak mengganggu stok beras nasional.


Panglima TNI: Jaga Terus Amanah dan Kepercayaan Rakyat

Jumat, 22 September 2017 23:46 WIB

Berkat kepedulian, kesungguhan dan ketulusan hati segenap para Perwira TNI, kini bisa mencapai kepercayaan masyarakat.


Mahasiswa Desak Pemerintah Atasi Krisis Rohingya

Jumat, 22 September 2017 23:31 WIB

Mahasiswa menilai konflik yang terjadi di Myanmar bermuatan politik dan agama.


Ini Data Pemilik Mobil Koruptor yang Dilelang KPK

Jumat, 22 September 2017 23:31 WIB

Untuk barang yang belum laku dilelang, kemungkinan untuk dilelang kembali, karena lelang dilakukan setiap tahun.


Panglima TNI: Nobar G30S/PKI Itu Urusan Saya, Menhan Tak Punya Kewenangan Terhadap Saya

Jumat, 22 September 2017 23:25 WIB

Kalau prajurit saya itu urusan saya.


Mahasiswa Korban Pengeroyokan Ditahan, DPR Minta Keadilan Ditegakan

Jumat, 22 September 2017 22:58 WIB

Semoga keadilan akan tegak di Bumi Indramayu ini.


Geopark Rinjani NTB Jadi Tuan Rumah Simposium APGN 2019

Jumat, 22 September 2017 22:46 WIB

Provinsi NTB jadi tuan rumah Asia Pasific Geopark Networks (APGN) Symposium 2019 dibacakan dalam penutupan 5th APG Symposium di Zhijindong.