Sosok / Berita
Profil Tokoh Inspiatif

Bripka Hadi Sitanggang, Pendidikan Karakter yang Memerdekakan

akurat logo
Oktaf
Kamis, 17 Agustus 2017 08:54 WIB
Share akurat gplus
 
Bripka Hadi Sitanggang dan anak-anak les yang ia bimbing
Bripka Hadi Sitanggang dan anak-anak les yang ia bimbing
(AKURAT.CO/Oktaf)

AKURAT.CO, Riuh ribut sekitar 40 an anak tingkat dasar dan menengah pertama memenuhi ruangan berukuran 5x10 meter yang terletak di tengah gedung lama Mapolres Sibolga, jalan DR. FL Tobing, Kota Sibolga, Sumatera Utara. 

Anak-anak ini bukan sedang sibuk bermain, melainkan tengah mengikuti jam les belajar ekstrakurikuler. Menulis kata-kata dalam bahasa inggris dan mengartikannya di buku-buku tulis yang mereka bawa. Sementara yang lainnya, asik menekan tuts laptop yang diletak di lantai. Kebahagiaan karena mendapatkan pengajaran dua mata pelajaran tergolong penting secara ekstrakurikuler, terpancar dari wajah polos anak-anak ini.

Di hadapan mereka berdiri seorang mengenakan seragam polisi lengkap, namanya Bripka Hadi Sitanggang atau bagi anak-anak itu secara akrab dipanggil mister police. Polisi ini berteriak-teriak, menulis di papan tulis, memberi menjelaskan, berjalan kesana-kemari, sesekali memberi nasehat layaknya seorang guru di depan ruangan sekolah yang sibuk memberikan pendidikan. Seragam Bripka Hadi penuh keringat.

Bripka Hadi adalah anggota polisi di Polres Sibolga. Sejatinya, ia bertugas sebagai Bintara Pembinaan Dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Kelurahan Kota Beringin, Kota Sibolga. Sejak April 2016 lalu, Bripka Hadi tergerak ide dan hati memulai sebuah aktifitas sosial. Ya, membuka kelas les bahasa inggris dan komputer, gratis.

“Saya-kan setiap hari bertemu langsung dengan masyarakat. Jadi saya berfikir bagaimana bisa berbuat untuk masyarakat, sementara secara materi saya tidak punya. Akhirnya tergagaslah ide memberi les bahasa inggris dan komputer ini kepada anak-anak,” tutur Bripka Hadi saat berbincang dengan Akurat.co.

Membesut les tersebut ia awali dengan bertemu dengan para orangtua dimana ia bertugas sebagai Bhabinkamtibmas. Ia menargetkan, bahwa peserta les yang akan ia buka adalah anak-anak dari yang belum berkesempatan mendapatkan pendidikan ekstrakurikuler, misalnya keluarga yang tidak mampu.

Tak hanya itu, ia juga sempat mengajak anak-anak jalanan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual koran dan tukang semir untuk ikut dalam les yang ia buka. Kendati, tidak mendapatkan atensi yang cukup. Beberapa anak sempat ikut, dan akhirnya berhenti.

Rencana pria kelahiran 16 November 1982 di Lhokseumawe, Aceh ini ternyata berjalan mulus. Pihak kelurahan Kota Beringin turut memberi perhatian. Sebuah ruangan kala itu diberikan untuk Bripka menjalankan les.

“Dulunya di kantor Kelurahan Kota Beringin, tapi karena sering juga digunakan oleh masyarakat, akhirnya pak Kapolres langsung memerintahkan memakai aula. Tapi kemudian sekarang akhirnya pindah ke ruangan ini, karena gedung ini kan juga sudah tidak dipakai, jadi tidak terlalu mengganggu aktifitas di kantor Polres yang baru,” kata Bripka Hadi.

Atensi masyarakat atas ide dan gagasan Bripka Hadi cukup besar. Sebanyak 120 lebih anak-anak les sempat ia bimbing. Meski akhirnya secara sengaja akhirnya ia kurangi dengan alasan efektifitas.

“Satu ruangan sekali belajar sampai seratus orang kan kita menilai tidak efektif lagi bang. Jadi kedepan, mudah-mudahan ada jalan keluar, anak-anak lain yang belum berkesempatan ikut mudah-mudahan bisa diakomodir,” katanya.

Awal menjalankan aktifitas bagi Bripka Hadi sejatinya bukan perkara mudah. Ia harus berbagi waktu antara tugas sebagai polisi dan jadwal les yang ia buka setiap hari Senin hingga Kamis pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB. Tak itu saja, Bripka Hadi hanya memiliki aset spidol dan papan tulis berukuran kecil. Namun, berbekal keikhlasan menjalankan aktifitas itu, tak sedikit kalangan yang kemudian mengapresiasi dan memberi perhatian, termasuk Kapolres Sibolga, AKBP Benny Remus Hutajulu.

Satu persatu aset les Bripka Hadi terus bertambah dan semakin memudahkannya memberikan pengajaran. Kini les yang ia berikan sudah menyediakan 2 papan tulis dalam ukuran besar, 4 unit laptop dan sejumlah kamus bahasa inggris.

“Ada juga teman-teman dari facebook, teman-teman alumni, dan khusus pak Kapolres yang diam-diam memantau perkembangan apa yang saya lakukan, dilihatnya papan tulis nanti kurang, tiba-tiba datang, ini mau datang lagi meja, kursi. Kamus sekitar puluhan kamus dan buku cerita, tempat, pak kapolres sangat mendukung apa yang saya lakukan. Kapolres ini luar biasa dan Tuhan memang maha baik,” ucap Bripka Hadi.

Tidak saja mengajarkan mata pelajaran formal, alumnus SMA Negeri 1 Kota Medan ini juga mengajarkan pembangunan karakter kepada para bocah. Misalnya pemanfaatan waktu menjalankan ibadah salat. Bagi dia, karakter menempati posisi terpenting dalam dunia pendidikan. Karakter, lanjut Bripka Hadi menjadikan manusia merdeka secara lahiriah dan batiniah.

“Pintar pun dia kalau tak berakhlak akan menjadi ancaman buruk bagi manusia, anak sejak dini harus diajarkan pendidikan karakter yang memerdekakannya dari hal-hal buruk,” tegas Bripka Hadi.

Suami dari W Tampubolon ini menuturkan, pembentukan karakter itu juga ia tekankan dalam hal bersedekah. Anak-anak les yang ia bimbing selalu ia dorong agar mau memberi kepada yang membutuhkan, dan tanpa pamrih.

“Ya dengan memberi contoh bagaimana memberi kepada orang lain tanpa pamrih, ajaran pertama mendorong mereka satu kali seminggu bersedekah.  Beri lima ratus perak (rupiah-red) atau seribu terserah, yang penting bersedekah. Karakter ini agar terbawa hingga mereka besar,” kata  

“Aku berharap saat mereka besar nanti juga mau membantu orang lain. Dan mudah-mudahan sekarang ada anak-anak yang sudah mulai besar (SMP-red), sering saya ajak ngobrol, tanya-tanya apakah jika sudah besar nanti akan mau membantu orang lain, dari kepolosan anak-anak itu, mereka jawab bahwa mereka akan membantu orang lain, ini yang kita ingin bentuk,” imbuh Bripka Hadi.

Soal keikhlasan dan berbuat tanpa pamrih bagi Bripka Hadi bukan sekedar diucapkan. Ia membuktikannya, pengajaran yang ia berikan kepada anak-anak yang ia beri bimbingan les adalah bukti sederhana.

“Ini bukan soal apa yang kudapatkan, tapi apa yang bisa kuberikan. Kalau ini gak ikhlas, dua minggu aja selesai (les) ini,” tukasnya.

Bagi anak-anak les, Bripka Hadi memang sosok yang dekat bahkan tanpa jarak. Tak sedikitpun citra menakutkan berhadapan dengan sosok polisi yang satu ini. Bripka Hadi adalah potret sederhana bahwa Polisi adalah milik rakyat.

“Seneng om, gratis. Pinter mister (Hadi) nya, gak mau marah-marah jadi kita seneng belajarnya om," ucap polos Anisa (9), siswa kelas IV SD Palang Merah Sibolga.

Pengakuan berbeda juga diutarakan Deni Kurniawan Dalimunthe (6). Siswa kelas 1 SD Palang Merah Sibolga ini juga mengaku senang bisa ikut les bersama Bripka Hadi.

“Udah lama lesnya, seneng, karena kita jadi pintar,” kata Deni yang mengaku orangtuanya bekerja sebagai pekerja bangunan di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.[]


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

SPBU Vivo Mengaku Telah Hentikan Operasional

Sabtu, 23 September 2017 01:41 WIB


Ini Alasan Jokowi Produksi Ulang Film G30S/PKI Menurut Wiranto

Sabtu, 23 September 2017 01:39 WIB

Jangan diplintir, Presiden itu sangat jernih membaca tren masyarakat saat ini.


Ulang Tahun ke-100 Asima Chatterjee Dirayakan Google Doodle

Sabtu, 23 September 2017 01:34 WIB

Ketika Dr. Asima Chatterjee tumbuh di Calcutta pada tahun 1920 dan 1930an, hampir tidak pernah terjadi bagi perempuan untuk belajar kimia.


Rektor UPN: Bela Negara Perlu Ditanamkan di Perguruan Tinggi

Sabtu, 23 September 2017 01:18 WIB

Geografis Indonesia di antara dua benua dan dua samudra menjadikan negeri ini berada di posisi strategis.


DPR Bersama Pemerintah Diharapkan Ratifikasi Larangan Senjata Nuklir

Sabtu, 23 September 2017 01:05 WIB

Kami berharap traktat itu tidak sekadar ditandatangani namun juga harus segera diratifikasi.


Kementerian Desa Sumbangkan Mobil untuk Enam Desa di Bangka Belitung

Sabtu, 23 September 2017 01:00 WIB

Bantuan mobil tersebut untuk memudahkan akses khususnya desa yang terisolasi.


MUI Pantau Kegiatan Aliran Sesat di Kotawaringin

Sabtu, 23 September 2017 00:45 WIB

MUI masih memantau masalah ini, belum sampai mengeluarkan fatwa.


Buka Kejurnas Karate, Panglima TNI: Saatnya Kita Raih Prestasi Emas Dunia

Sabtu, 23 September 2017 00:30 WIB

Dalam menghadapi pertandingan, para atlet harus latihan dengan keras, disiplin, pantang menyerah dan mempunyai semangat baja.


Pilgub Jabar, Idrus Marham: Partai Golkar Tetap Kedepankan Kader

Sabtu, 23 September 2017 00:16 WIB

Partai Golkar dalam menentukan paslon (pasangan calon) yang diusung pada setiap pilkada telah diatur dalam juklak.


Tersangka Penerima Moge Telah Diperiksa Majelis Etik BPK

Sabtu, 23 September 2017 00:14 WIB

BPK mengetahui pelanggaran hukum dan pelanggaran etik terhadap oknum pemeriksa BPK.


Menteri Amran Sebut Stok Beras Nasional Aman

Sabtu, 23 September 2017 00:01 WIB

Kekeringan tidak mengganggu stok beras nasional.


Panglima TNI: Jaga Terus Amanah dan Kepercayaan Rakyat

Jumat, 22 September 2017 23:46 WIB

Berkat kepedulian, kesungguhan dan ketulusan hati segenap para Perwira TNI, kini bisa mencapai kepercayaan masyarakat.


Mahasiswa Desak Pemerintah Atasi Krisis Rohingya

Jumat, 22 September 2017 23:31 WIB

Mahasiswa menilai konflik yang terjadi di Myanmar bermuatan politik dan agama.


Ini Data Pemilik Mobil Koruptor yang Dilelang KPK

Jumat, 22 September 2017 23:31 WIB

Untuk barang yang belum laku dilelang, kemungkinan untuk dilelang kembali, karena lelang dilakukan setiap tahun.


Panglima TNI: Nobar G30S/PKI Itu Urusan Saya, Menhan Tak Punya Kewenangan Terhadap Saya

Jumat, 22 September 2017 23:25 WIB

Kalau prajurit saya itu urusan saya.