Sosok / Berita

Mengenal Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo Lebih Jauh

akurat logo
Miftahul Munir
Sabtu, 05 Agustus 2017 19:55 WIB
Share akurat gplus
 
Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo
Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo
(AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO, Tri Prasetyo Utomo ‎lahir di Jakarta 1 Mei 1968 adalah pejabat Pemerintah yang saat ini sebagai Lurah Pekojan. Ia memulai karirnya di dunia kepemerintahan sejak lulus SMA tahun 1986 dengan mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (‎CPNS) Kesehatan di Kantor Kecamatan.

Sebelum ia mengikuti tes CPNS, kedua orangtuanya sempat ingin meneruskan Pendidikannya kejenjang pengguruan tinggi di Universitas Borobudur. Namun karena tekad yang bulat ingin menganyomi masyarakat itu sudah ada sejak masih duduk dibangku sekolah SMA, akhirnya ia memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai CPNS.

“Saya memang dari sejak remaja sudah aktif ikutin kegiatan RW sampai tingkat Kecamatan. Bantu bantu warga yang mau bikin apa di Kelurahan itu saya lakukan,” tutur Tri kepada Akurat.co Sabtu (5/8).

Usai melakukan tes, pria yang aktif di beberapa organisasi ini mendapatkan hasilnya yang cukup memuaskan ia diterima sebagai CPNS. Tak butuh waktu lama bagi dia, satu tahun kemudian tepatnya di tahun 1987, Tri diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Setelah pengangkatan sebagai PNS, ia sempat memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di IKJ.

Namun, karena kesibukannya melayani masyarakat di Instansi kesehatan, kuliahnya pun harus terputus dipertengahan jalan. Kendati begitu, ia sangat dilema antara melanjutkan kuliah atau menikah. Sebab, ia bertekad ingin mengayomi warga yang tak mampu di Jakarta.

Dengan sholat istikhoroh yang dijalaninya, pada tahun 1988 ia memilih melanjutkan study-nya di perguruan tinggi, tapi kali ini mengeyam pendidikan di STAI fakultas Hukum. Beruntung ditahun 1992, ia menyelesaikan pendidikannya meski belum sempat di wisuda lantaran ia menjadapatkan tugas Praja di Bandung.

Selama masa pendidikannya mulai dari IKJ sampai STAI, Tri tidak pernah sedikit pun membebani kedua orangtuanya untuk biaya kuliahnya. Sebab, dengan kegigihannya ia yakin bisa membiayai kuliahnya sendiri, meski kedua orangtuanya mampu membiayainya.

Selesai mengikuti Praja secara cuma cuma dari pemerintah, di tahun 1996 kepulangannya dari Bandung, ia lansung menikahi wanita yang dicintainya hingga dikarunia dua orang anak. Di tahun 1998 Tri langsung mendaftarkan Wisuda s1 di STAI sebab sebelumnya sempat tertunda karena Praja.

“Di tahun yang sama saya kuliah s2 jurusan SKN. Di tahun 2002, ia pun menuntaskan studinya dengan gelar SKN, SH dan MSI,” terang dia. 

"Ibu saya tidak pernah tau kalau saya daftar PNS," kata Tri Kamis (20/4).

Membangun Wilayah‎ Di Kemanggisan dan Pekojan

Tri Prasetyo Utomo membuat gebrakan baru saat menjabat sebagai Lurah Kemanggisan sejak 2013 dengan membuat tugu Kemanggisan di Simpang Budi Raya, Kemanggisan, Jakarta Barat. Sebab, menurut dia dari sejarah kampung tersebut, merupakan tempat singgah para ulama dari berbagai daerah.

Hal itu dikarenakan, Kemanggisan banyak pohon yang rindang dan teduh, sehingga para ulama pun menyenangi kawasan itu. Namun, pembuatan itu bukan tanpa makna, sebab tugu yang berbentu buah manggis itu memiliki berat 600 kg.

"Itu berat buahnya doang loh. Kalau kita gariskan tarik itu tugu lurusnya ke Monas, Pulo Gadung sampai ke Pantura. Buah manggis dengan terkupas sedikit kelihatan putih buahnya itu mengarah ke kiblat masjid At- Taqwa," terangnya.

Selain itu, ia juga mencetuskan pembuatan Mars Kemanggisan (lagu) yang belum dimiliki oleh Kelurahan mana pun. Bahkan, ia pun menciptakan batik seragam untuk para pegawai kelurahan Kemanggisan. "Sudah kita minta pertahankan, tapikan karena setiap Lurah (baru Kemanggisan) punya keinginan sendiri ya saya kan ga bisa maksa buat pertahankan," ungkapnya.

Dari tugu dan lagu Mars serta batik Kemanggisan ia pun mendapatkan penghargaan menjadi lurah terbaik. Tak puas sampai di situ, di tahun 2015 tepatnya di bulan Mei, ia mendapatkan surat tugas dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menjabat sebagai Lurah Pekojan yang terkenal dengan kepadatan penduduk. Bahkan ia mengakui, kawasan ‎yang dipimpinnya saat ini memiliki luas 77.7 KM2, 5,696 Kartu Keluarga, 144 RT dan 12 RW serta 27ribu jiwa. Pekojan merupakan dibawah naungan Kecamatan Tambora yang menjadi lokasi terpadat se-Asia Tenggara.

"Di sini multi etnis, agama, dimensi sosial kemasyarakat. Di sini banyak dominan banyak penduduknya etnis tionghoa. Dulu di sini dikenal dengan kampung Arab, tapi karena pergeseran zaman, penduduk di sini dikuasasi tionghoa 70persen. Pribumi 30 persen yang dicampur oleh warga ‎keturunan arab," terangnya.

Tri menjelaskan, pertama kali dirinya dikabarkan menjadi Lurah Pekojan, yang terlintas dipikirannya yakni, kawasan yang penuh dengan polemik, mulai dari tawuran, Kebakaran, dan juga multi agama yang kerap terjai perselisihan. Namun, karena tanggungjawabnya sebagai pemimpin maka ia pun bertekad menurunkan pemasalahan yang ada di Pekojan.

"Satu hari sebelum saya masuk, tengah malam saya kelilingin dulu pemukiman Pekojan udah tau gambarannya saya buat pemetaan kerjanya. Alhamdulillah saya bisa menekan angka tawuran sampai 0 persen berkat kerjasama dengan 3 tiga pilar, menekan angka kebakaran sampai saat ini semoga ga terjadi ya," ucap dia.

Tidak puas sampai di situ, ia pun kembali membuat tugu pekojan. Kali ini tugu yang dibuatnya punya makna dari wilayah yang dipimpinnya. Bagian atas tugu merupakan menara dari Masjid Anawir, bagian bawahnya tembok 12 Musolah Langgar Tinggi, dan anak tangga ini ‎jumlahnya 12 yang menandakan jumlah RW di Kelurahan Pekojan. "12 di kali 12 itu totalnya 144 yang menandakan jumlah RT yang ada di wilayah sini," tutur dia.

Selain itu, Tri juga berhasil membebaskan warga Jalan Bandengan Utara III, Pekojan, Jakarta Barat dari bau sampah yang menyengat. Sebab, Jalan tersebut ada lahan kosong yang dijadikan penampungan sampah. Warga yang merasa risih karena berpuluh puluh tahun menyium aroma tak sedap, apalagi jika hujan turun bau itu semakin kuat di dua lubang hidung masyarakat.

"Itu saya berhasil menghilangkan penampungan sampah, saya minta di pindahkan akhirnya pindah juga dan warga merasa senang," tukasnya.[]


Editor. Ridwansyah Rakhman

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Ulang Tahun ke-100 Asima Chatterjee Dirayakan Google Doodle

Sabtu, 23 September 2017 01:34 WIB

Ketika Dr. Asima Chatterjee tumbuh di Calcutta pada tahun 1920 dan 1930an, hampir tidak pernah terjadi bagi perempuan untuk belajar kimia.


Rektor UPN: Bela Negara Perlu Ditanamkan di Perguruan Tinggi

Sabtu, 23 September 2017 01:18 WIB

Geografis Indonesia di antara dua benua dan dua samudra menjadikan negeri ini berada di posisi strategis.


DPR Bersama Pemerintah Diharapkan Ratifikasi Larangan Senjata Nuklir

Sabtu, 23 September 2017 01:05 WIB

Kami berharap traktat itu tidak sekadar ditandatangani namun juga harus segera diratifikasi.


Kementerian Desa Sumbangkan Mobil untuk Enam Desa di Bangka Belitung

Sabtu, 23 September 2017 01:00 WIB

Bantuan mobil tersebut untuk memudahkan akses khususnya desa yang terisolasi.


MUI Pantau Kegiatan Aliran Sesat di Kotawaringin

Sabtu, 23 September 2017 00:45 WIB

MUI masih memantau masalah ini, belum sampai mengeluarkan fatwa.


Buka Kejurnas Karate, Panglima TNI: Saatnya Kita Raih Prestasi Emas Dunia

Sabtu, 23 September 2017 00:30 WIB

Dalam menghadapi pertandingan, para atlet harus latihan dengan keras, disiplin, pantang menyerah dan mempunyai semangat baja.


Pilgub Jabar, Idrus Marham: Partai Golkar Tetap Kedepankan Kader

Sabtu, 23 September 2017 00:16 WIB

Partai Golkar dalam menentukan paslon (pasangan calon) yang diusung pada setiap pilkada telah diatur dalam juklak.


Tersangka Penerima Moge Telah Diperiksa Majelis Etik BPK

Sabtu, 23 September 2017 00:14 WIB

BPK mengetahui pelanggaran hukum dan pelanggaran etik terhadap oknum pemeriksa BPK.


Menteri Amran Sebut Stok Beras Nasional Aman

Sabtu, 23 September 2017 00:01 WIB

Kekeringan tidak mengganggu stok beras nasional.


Panglima TNI: Jaga Terus Amanah dan Kepercayaan Rakyat

Jumat, 22 September 2017 23:46 WIB

Berkat kepedulian, kesungguhan dan ketulusan hati segenap para Perwira TNI, kini bisa mencapai kepercayaan masyarakat.


Mahasiswa Desak Pemerintah Atasi Krisis Rohingya

Jumat, 22 September 2017 23:31 WIB

Mahasiswa menilai konflik yang terjadi di Myanmar bermuatan politik dan agama.


Ini Data Pemilik Mobil Koruptor yang Dilelang KPK

Jumat, 22 September 2017 23:31 WIB

Untuk barang yang belum laku dilelang, kemungkinan untuk dilelang kembali, karena lelang dilakukan setiap tahun.


Panglima TNI: Nobar G30S/PKI Itu Urusan Saya, Menhan Tak Punya Kewenangan Terhadap Saya

Jumat, 22 September 2017 23:25 WIB

Kalau prajurit saya itu urusan saya.


Mahasiswa Korban Pengeroyokan Ditahan, DPR Minta Keadilan Ditegakan

Jumat, 22 September 2017 22:58 WIB

Semoga keadilan akan tegak di Bumi Indramayu ini.


Geopark Rinjani NTB Jadi Tuan Rumah Simposium APGN 2019

Jumat, 22 September 2017 22:46 WIB

Provinsi NTB jadi tuan rumah Asia Pasific Geopark Networks (APGN) Symposium 2019 dibacakan dalam penutupan 5th APG Symposium di Zhijindong.