Sosok / Berita
Profil Tokoh Inspiratif

Abdul Rahman Thaha (ART), Anak Guru Mengaji Sukses dari Sulteng

akurat logo
Iwan Setiawan
Minggu, 09 Juli 2017 16:21 WIB
Share akurat gplus
 
Abdul Rachman Thaha (ART)
Abdul Rachman Thaha (ART)
(Istimewa)

AKURAT.CO, Abdul Rachman Thaha (ART), Anak Guru Mengaji dari Sulawesi Tengah merupakan tokoh muda yang namanya saat ini mencuat di daerah tersebut.

Nama Abdul Rachman Thaha (ART), belakangan mulai banyak menyita perhatian publik Tanah Air, utamanya di Sulawesi Tengah karena kesuksesannya, baik sebagai pengusaha, politisi, maupun sebagai akademisi.

ART bisa dikatakan sebagai figur yang komplit. Namun, kesusksesan yang diraih tokoh muda asal Sulawesi Tengah ini tidaklah semudah yang dibayangkan.

ART Lahir dari Rahim Guru Ngaji

ART lahir dari Rahim seorang Guru Mengaji. Sedangkan ayahnya adalah adalah seorang pedagang kain (kaki lima).

Sebagai seorang Guru Ngaji, ibu ART banyak santri dan anak-anak di kampungnya yang belajar mengaji. Selama 38 tahun ibunya mengajar anak-anak mengaji.

Sungai yang terdapat di pinggiran Kota Palu menjadi saksi bisu masa kecil ART. Sungai itu meninggalkan banyak jejak tentang sosok ART kecil kala ia menghabiskan waktu untuk bermain bersama teman-teman sebayanya.

“Kami dari keluarga yang tak punya apa-apa. Saya dilahirkan tepatnya di Kota Palu pada tanggal 17 September 1979, kediaman kami di Jalan Sungai Wera (tanggul kalikoa), orang mengenal daerah saya itu pinggiran sungai,” ujar Ketua Parmusi Wilayah Sulteng itu.

Memulai Sukses dari “Nol”

ART mengaku, bahwa semua kesuksesan yang diraihnya dimulai dari “Nol”, tentunya dengan kerja keras dan tekad kuat. Ia menyadari bahwa dirinya bukanlah anak dari keluarga kaya raya yang tinggal meneruskan dan menikmati kekayaan orang tuanya.

Mental interpreneurship ART sudah mulai terbangun sejak kecil atau saat masih di bangku sekolah. Ia sudah terbiasa membantu ayahnya berdagang.

Bahkan di hari libur pun ia menemani ayahnya menjual pakaian bekas (cakar) ke luar kota, saat itu dikenal pasar luar.

Dari situ mulai terpatron dalam dirinya bahwa dalam kehidupan ini harus berusaha dan sabar menghadapi segala tantang hidup.

“Alhamdulillah di sela-sela itu saya memanfaatkan untuk belajar, dan hasilnya saya bisa meraih juara 2, dari SD kelas 1 sampai kelas 6 saya selalu dapatkan juara,” ucapnya.

Unggul dalam Pendidikan, Hebat dalam Berdagang

Pendidikan ART dimulai dari sekolah dasar di SDN Nomor 19 Ujuna, SMP Negeri 1 Palu dan SMU Negeri 1 Palu. Ia menamatkan pendidikan dasar hingga menengah di Sulawesi Tengah. Dari 12 bersaudara, ART anak paling bungsu.

“Saat itulah saya berpikir bahwa kuasa Allah SWT pada akhirnya orang tua saya mampu menyelesaikan kami di bangku sekolah. Tapi jujur sebenarnya saya semenjak SD kelas 4 itu sudah tidak pernah dibiayai oleh orang tua saya,” ujar ART.

Ia sudah mulai berusaha mencari uang sendiri dengan cara berdagang, meski itu membantu orang tuanya juga. Bahkan terkadang ART membawa dagangan nasi kuning atau kue untuk dijual di sekolah. Kue itu hasil buatan ibu dan kakaknya.

“hasilnya Alhamdulillah Ya Rabb semua bisa saya biayai pendidikan saya selama SD. Memasuki sekolah SMP dan SMA saya memulai lanjut dengan dagang juga, yaitu berdagang pakaian bekas, orang palu kenalnya cakar,” ucapnya.

Hasil berdagang itu yang bisa membiayai pendidikannya. Setelah lulus SMA, ART hijrah dari Kota Palu ke Makassar, lalu ke Pulau Jawa untuk berjuang mengadu nasib.

“Alhasil, Alhamdulillah Ya Rabb saya tidak bisa membayangkan diri saya sampai seperti sekarang ini,” tuturnya lagi.

Dari mengadu nasib di tanah rantau, ia dapat menyelesaikan pendidikannnya di bangku kuliah, mulai S1 hingga doktor S3.

ART mengaku tak pernah mengira jika dirinya bakal bergelut di tiga bidang berbeda dalam hidupnya, yakni menjadi politisi, pengusaha dan akademisi.

ART bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesuksesan dam rezeki yang terbilang lebih atas diri dan keluarganya.

“Pada dasarnya saya melihat ini semua suatu kesyukuran dari Allah SWT yang telah memberikan pada diri saya yang berkecukupan,” ucapnya.

Tips Sukses ala ART

Menurut ART, kesuksesan harus diawali dengan niat lurus, ikhtiar atau berusaha keras dan disertai dengan do’a. Namun, satu hal yang menurut ART tidak kalah penting dari semua itu dan menjadi kunci dalam meraih sukses, yakni memohon do’a restu dari kedua orang tua.

Dia juga mengungkapkan, setidaknya ada tiga prinsip yang harus dipegang jika ingin meraih sukses:

1. Kita harus pintar dan cerdas, serta banyak belajar, karena dari kepintaran dan kecerdasan kita bisa mencari uang.

2. Karena ada uang kita bisa memberikan kepada keluarga terutama orang tua. Prinsipnya, berikan kesenangan pada orang tua kita, insyaallah, Allah SWT akan meridhoi setiap langkah kita.

3. Perbanyak sedekah, insyaallah segala sesuatu akan tercapai dan Allah SWT tidak membiarkan bagi orang-orang yang suka bersedekah. Artinya, selalu ada keselamatan bagi diri kita ketika suka bersedekah.[]


Editor. Iwan Setiawan

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Ulang Tahun ke-100 Asima Chatterjee Dirayakan Google Doodle

Sabtu, 23 September 2017 01:34 WIB

Ketika Dr. Asima Chatterjee tumbuh di Calcutta pada tahun 1920 dan 1930an, hampir tidak pernah terjadi bagi perempuan untuk belajar kimia.


Rektor UPN: Bela Negara Perlu Ditanamkan di Perguruan Tinggi

Sabtu, 23 September 2017 01:18 WIB

Geografis Indonesia di antara dua benua dan dua samudra menjadikan negeri ini berada di posisi strategis.


DPR Bersama Pemerintah Diharapkan Ratifikasi Larangan Senjata Nuklir

Sabtu, 23 September 2017 01:05 WIB

Kami berharap traktat itu tidak sekadar ditandatangani namun juga harus segera diratifikasi.


Kementerian Desa Sumbangkan Mobil untuk Enam Desa di Bangka Belitung

Sabtu, 23 September 2017 01:00 WIB

Bantuan mobil tersebut untuk memudahkan akses khususnya desa yang terisolasi.


MUI Pantau Kegiatan Aliran Sesat di Kotawaringin

Sabtu, 23 September 2017 00:45 WIB

MUI masih memantau masalah ini, belum sampai mengeluarkan fatwa.


Buka Kejurnas Karate, Panglima TNI: Saatnya Kita Raih Prestasi Emas Dunia

Sabtu, 23 September 2017 00:30 WIB

Dalam menghadapi pertandingan, para atlet harus latihan dengan keras, disiplin, pantang menyerah dan mempunyai semangat baja.


Pilgub Jabar, Idrus Marham: Partai Golkar Tetap Kedepankan Kader

Sabtu, 23 September 2017 00:16 WIB

Partai Golkar dalam menentukan paslon (pasangan calon) yang diusung pada setiap pilkada telah diatur dalam juklak.


Tersangka Penerima Moge Telah Diperiksa Majelis Etik BPK

Sabtu, 23 September 2017 00:14 WIB

BPK mengetahui pelanggaran hukum dan pelanggaran etik terhadap oknum pemeriksa BPK.


Menteri Amran Sebut Stok Beras Nasional Aman

Sabtu, 23 September 2017 00:01 WIB

Kekeringan tidak mengganggu stok beras nasional.


Panglima TNI: Jaga Terus Amanah dan Kepercayaan Rakyat

Jumat, 22 September 2017 23:46 WIB

Berkat kepedulian, kesungguhan dan ketulusan hati segenap para Perwira TNI, kini bisa mencapai kepercayaan masyarakat.


Mahasiswa Desak Pemerintah Atasi Krisis Rohingya

Jumat, 22 September 2017 23:31 WIB

Mahasiswa menilai konflik yang terjadi di Myanmar bermuatan politik dan agama.


Ini Data Pemilik Mobil Koruptor yang Dilelang KPK

Jumat, 22 September 2017 23:31 WIB

Untuk barang yang belum laku dilelang, kemungkinan untuk dilelang kembali, karena lelang dilakukan setiap tahun.


Panglima TNI: Nobar G30S/PKI Itu Urusan Saya, Menhan Tak Punya Kewenangan Terhadap Saya

Jumat, 22 September 2017 23:25 WIB

Kalau prajurit saya itu urusan saya.


Mahasiswa Korban Pengeroyokan Ditahan, DPR Minta Keadilan Ditegakan

Jumat, 22 September 2017 22:58 WIB

Semoga keadilan akan tegak di Bumi Indramayu ini.


Geopark Rinjani NTB Jadi Tuan Rumah Simposium APGN 2019

Jumat, 22 September 2017 22:46 WIB

Provinsi NTB jadi tuan rumah Asia Pasific Geopark Networks (APGN) Symposium 2019 dibacakan dalam penutupan 5th APG Symposium di Zhijindong.